Emil Dardak Ajak IDI Jatim Perkuat Layanan Kesehatan Hingga Pelosok
Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat sinergi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur guna menghadirkan layanan kesehatan yang semakin merata dan berkualitas hingga ke pelosok daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menerima audiensi jajaran Pengurus IDI Jawa Timur di Rumah Dinas Wakil Gubernur, Margorejo Indah, Surabaya, Selasa (14/7).
Dalam pertemuan itu, Emil menegaskan pembangunan sektor kesehatan tidak cukup hanya berfokus pada layanan kuratif. Menurutnya, pendekatan promotif, preventif, hingga pendampingan pasca-pemeriksaan harus diperkuat agar masyarakat memperoleh manfaat pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.
Salah satu kolaborasi yang didorong ialah penguatan pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang terintegrasi dengan manajemen penyakit kronis.
"Jangan sampai pelayanan berhenti pada tahap pemeriksaan saja. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana tindak lanjutnya, terutama bagi masyarakat yang berada di daerah-daerah terpencil," ujar Emil.
Selain itu, Emil mengusulkan pembentukan database kesehatan Jawa Timur yang terintegrasi sebagai landasan penyusunan kebijakan berbasis data. Menurutnya, data yang akurat akan membantu pemerintah menetapkan program kesehatan secara lebih tepat sasaran.
Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam edukasi kesehatan kepada masyarakat. Menurut Emil, pesan-pesan kesehatan perlu dikemas secara sederhana dan menarik agar lebih mudah dipahami, seperti kampanye menjaga kesehatan ginjal melalui kebiasaan minum air putih yang cukup.
"Keilmuan tetap menjadi dasar, tetapi cara menyampaikannya harus kreatif agar edukasi kesehatan lebih efektif," katanya.
Pemanfaatan teknologi juga menjadi perhatian. Emil mendorong optimalisasi layanan telemedicine agar masyarakat di wilayah terpencil tetap memperoleh akses konsultasi medis tanpa terkendala jarak.
Kolaborasi tersebut juga akan diperluas bersama Tim Penggerak PKK dan Posyandu di bawah koordinasi Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachsin sehingga edukasi kesehatan dapat menjangkau hingga tingkat keluarga.
Di bidang kesehatan jiwa, Emil mengusulkan penguatan layanan mental health melalui kolaborasi dokter, psikolog, tokoh agama, dan unsur sosial. Pendekatan tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui program konseling bagi pelajar SMP, SMA, hingga mahasiswa.
Sementara dalam aspek kesiapsiagaan bencana, Pemprov Jatim bersama IDI akan memperkuat Emergency Medical Team (EMT) melalui pelatihan dan sertifikasi tenaga medis bekerja sama dengan BPBD agar respons kesehatan saat bencana berlangsung lebih cepat dan terstandar.
Emil juga berharap penyelenggaraan Jatim Medical Week yang dijadwalkan mulai 1 Agustus 2026 dapat berkembang menjadi agenda kesehatan tahunan yang memiliki identitas kuat dan memberi dampak luas bagi masyarakat.
"Harus ada konsep yang berbeda, punya wow factor, sehingga gaungnya berkelanjutan dan menjadi agenda kesehatan yang selalu dinantikan masyarakat," tuturnya.
Sementara itu, Ketua IDI Jawa Timur dr. Budi Himawan, Sp.U., MM., FICS menyambut baik komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat kolaborasi di sektor kesehatan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan organisasi profesi akan mempercepat peningkatan kualitas layanan kesehatan, mulai dari upaya promotif dan preventif, penguatan pelayanan medis, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Senada, Pembina IDI Jawa Timur dr. Agung Mulyono menegaskan organisasi profesi siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sistem kesehatan di Jawa Timur.
"Kami ingin kolaborasi ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar melahirkan program yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Mulai dari pencegahan penyakit, edukasi kesehatan, penguatan layanan hingga penanganan bencana harus menjadi gerakan bersama," pungkas dr. Agung.
Editor : Redaksi