x editorial.id skyscraper
x editorial.id skyscraper

Rhenald Kasali: Indonesia Emas Ditentukan Dominasi Kelompok Produktif

Avatar Redaksi

Ekonomi

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Rhenald Kasali, Ph.D., menegaskan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 hanya dapat terwujud apabila jumlah kelompok masyarakat produktif lebih besar dibandingkan kelompok yang bersifat dependent.

Hal tersebut disampaikan Rhenald dalam Talkshow Pendidikan bertema Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua dalam Menyiapkan Generasi Emas Indonesia Tahun 2045 yang digelar SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya bersama Ikatan Alumni (IKA) SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya.

Menurut Rhenald, esensi Indonesia Emas terletak pada komposisi demografi yang sehat, di mana kelompok usia produktif mampu menjadi motor penggerak ekonomi dan sosial.

“Indonesia Emas itu sejatinya adalah ada kelompok manusia produktif Indonesia yang lebih besar daripada mereka yang menjadi dependent. Orang tua, anak-anak, pensiunan. Jadi ini anak-anak muda yang produktif itu bisa memberi kontribusi,” ungkap Prof. Rhenald di SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya bersama Ikatan Alumni (IKA) SMA Katolik Jumat (27/02/2026).

Namun, ia mengingatkan bahwa kondisi saat ini justru menunjukkan sejumlah tantangan serius. Penurunan daya beli, meningkatnya angka pengangguran, terganggunya sektor manufaktur, serta kenaikan berbagai beban biaya kehidupan yang dinilai berpotensi menghambat proses pembentukan generasi produktif tersebut.

“Ketika kita akan memasuki itu, kita melihat sekarang daya beli turun, banyak yang menganggur, banyak sektor manufaktur yang terganggu, pajak ditingkatkan, Hal ini justru bertentangan untuk pembentukan itu,” tegasnya.

Rhenald menekankan bahwa mempersiapkan generasi emas tidak boleh dipandang sebagai pengeluaran semata, melainkan sebagai investasi jangka panjang. Ia mengingatkan, kegagalan berinvestasi pada generasi muda hari ini akan menimbulkan persoalan sosial dalam satu dekade mendatang.

“Kalau kita ingin memanen generasi produktif itu, maka kita harus investasi. Tidak bisa kita memandang itu sebagai spending, tapi harus investasi untuk 10 tahun ke depan. Kalau kita tidak lakukan hari ini, itu 10 tahun ke depan jadi masalah,” katanya.

Ia menggambarkan risiko sosial yang bisa muncul apabila negara dan masyarakat lalai mempersiapkan generasi muda, mulai dari meningkatnya anak putus sekolah hingga bertambahnya anak-anak yang hidup di jalanan.

“Kita akan menyaksikan anak-anak di jalanan menjadi tukang parkir semakin banyak, menjadi pengamen akan semakin banyak, menjadi anak-anak yang keleleran, tidak sekolah, itu akan semakin banyak. Jadi hari ini kita harus seimbangkan,” ujarnya.

Lebh lanjut, Rhenald juga menyoroti pentingnya kualitas pendidikan, khususnya kualitas guru dan sekolah. Menurutnya, program bantuan sosial atau program lain boleh dijalankan, namun tidak boleh mengabaikan mutu pendidikan.

“Misalkan, MBG boleh, tetapi kualitas guru, kualitas sekolah itu diperhatikan. Kalau kita tidak jaga kualitas guru, bagaimana guru bisa mengajar dengan lebih baik?” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum IKA SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya, Vincentia Juliani, mengatakan bahwa penyelenggaraan talkshow tersebut merupakan bentuk kontribusi alumni dalam menyiapkan generasi emas sejak bangku sekolah.

“Kami gelar agenda ini sebagai langkah kami dalam turut serta berkontribusi untuk Indonesia menyiapkan generasi emas yang kami mulai dari para pelajar di sekolah kami tercinta ini. Generasi muda harus disiapkan,” ujarnya saat ditemui usai Talkshow di Kantor Sekrteariat IKA di dalam Gedung SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya.

Talkshow tersebut menghadirkan kolaborasi antara sekolah dan orang tua sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter, kompetensi, dan daya saing pelajar. Melalui forum ini, para peserta diajak memahami bahwa Indonesia Emas 2045 bukan sekadar slogan, melainkan agenda bersama yang menuntut konsistensi investasi pada sumber daya manusia sejak dini.

Diketahui hadir juga dalam agenda tersebut, Wakil Ketua I IKA, Henry James Nelwan, dan Wakil Ketua II IKA, Ridwan Halim.

 

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Senin, 12 Okt 2026 08:15 WIB | Politik

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Desak Pengendalian Polusi di Tengah Lonjakan ISPA 36,2 Persen

Lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Jawa Timur sepanjang 2026 menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah. Wakil Ketua DPRD Jatim dari ...
Rabu, 07 Okt 2026 09:50 WIB | Politik

Suli Daim Ingatkan Sekolah Negeri: Fokus Belajar, Jangan Bebani Wali Murid

Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Suli Daim, mengimbau pihak sekolah negeri agar tidak membebani wali murid dengan berbagai ...
Senin, 05 Okt 2026 07:52 WIB | Daerah

Sambut Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Gelar Khataman Al-Qur’an dan Santuni 81 Anak Yatim di Grahadi

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar khataman Al-Qur’an, doa bersama, dan santunan kepada 81 anak yatim serta yatim piatu di Gedung Negara G ...
Senin, 28 Sep 2026 22:52 WIB | Daerah

Soal Ekplorasi Sumur Minyak Bangkalan, Fraksi NasDem Jatim: Jangan Sampai Merusak Lingkungan!

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Jawa Timur, KH Nasih Aschol, memberikan pandangan strategis terkait rencana pengelolaan puluhan sumur minyak rakyat yang ...
Minggu, 27 Sep 2026 13:13 WIB | Politik

HUT ke-25 Demokrat, Donor Darah Serentak Digelar di 38 DPC Jatim

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat, DPD Partai Demokrat Jawa Timur menggelar kegiatan donor darah di kantor DPD Demokrat ...
Sabtu, 26 Sep 2026 08:31 WIB | Politik

Legislator Jatim ajak semua pihak jaga keselamatan berkendara

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Cahyo Harjo Prakoso mengajak seluruh pihak meningkatkan kolaborasi dalam menjaga keselamatan dan ...