x editorial.id skyscraper
x editorial.id skyscraper

Dinas Perkebunan Jatim Gelar Pelatihan Teknis Kualitas Bahan Baku untuk Tingkatkan Daya Saing Komoditas Perkebunan

Avatar Redaksi

Daerah

Editorial.id - Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Pelatihan Teknis Peningkatan Kualitas Bahan Baku (PKBB) di Hotel Aria Gajayana, Kota Malang, pada 4–5 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari implementasi pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diarahkan untuk memperkuat kualitas komoditas perkebunan, khususnya tembakau.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Heru Suseno, MT.  menegaskan bahwa DBHCHT memiliki peran strategis sebagai instrumen fiskal yang tidak hanya menopang penerimaan negara, namun juga dikembalikan kepada daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha sektor perkebunan.

“Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan penggunaan DBHCHT sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 72 Tahun 2024 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau,” ujar Heru dalam sambutannya.

Menurutnya, sebagian besar alokasi anggaran Dinas Perkebunan Jawa Timur memang bersumber dari DBHCHT yang difokuskan untuk mendukung peningkatan kualitas bahan baku komoditas tembakau. Hal tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mengembalikan manfaat dana cukai kepada daerah untuk memperkuat sektor hulu perkebunan secara berkelanjutan.

Namun demikian, Heru mengakui bahwa pada tahun 2026 pemerintah dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran. Oleh sebab itu, pelaksanaan program harus dilakukan secara lebih tepat sasaran, efektif, dan mampu memberikan dampak langsung bagi petani.

“Dalam konteks ini, pelatihan teknis menjadi sangat strategis karena berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai pelaku utama pembangunan perkebunan,” katanya.

Heru menjelaskan, fokus utama kegiatan tidak lagi hanya pada peningkatan produksi, melainkan lebih diarahkan pada peningkatan kualitas bahan baku yang sesuai standar industri dan kebutuhan pasar. Karena itu, berbagai program dirancang secara terintegrasi mulai dari intensifikasi budidaya, fasilitasi sarana dan prasarana, hingga peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan teknis.

Untuk mendukung peningkatan kualitas bahan baku tahun 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perkebunan telah mengalokasikan sejumlah program strategis yang bersumber dari DBHCHT.

Pada komoditas tembakau, dialokasikan kegiatan intensifikasi pupuk seluas sekitar 5.200 hektare, bantuan 400 unit alat dan mesin pertanian, serta pengembangan demofarm seluas 42 hektare di berbagai sentra produksi tembakau di Jawa Timur.

“Pendekatan pembangunan perkebunan ke depan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi lebih diarahkan pada peningkatan kualitas, efisiensi, dan daya saing komoditas secara berkelanjutan,” tegas Heru.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan Good Agricultural Practices (GAP), penggunaan sarana produksi yang tepat, serta penanganan panen dan pascapanen sesuai standar guna menghasilkan bahan baku berkualitas tinggi.
Selain itu, pemanfaatan DBHCHT harus dilakukan secara akuntabel, transparan, dan tepat sasaran. Menurutnya, bantuan yang diberikan bukan sekadar penyaluran anggaran, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Heru juga mengajak seluruh dinas perkebunan kabupaten/kota di Jawa Timur untuk memperkuat fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan yang bersumber dari DBHCHT.
“Sinergi dan koordinasi menjadi kunci utama agar seluruh program berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Heru turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendukung, hingga para pendamping kelompok tani.

Ia berharap pelatihan ini mampu meningkatkan pemahaman, kapasitas teknis, dan kompetensi peserta dalam menghasilkan bahan baku perkebunan berkualitas sesuai kebutuhan industri.

“Momentum ini harus menjadi penguat peran sektor perkebunan sebagai salah satu pilar utama perekonomian Jawa Timur,” katanya. (adv)

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Senin, 31 Agu 2026 17:36 WIB | Politik

Sumbang 66,9 Persen PDRB, Anggaran Ekonomi Jatim di P-APBD 2026 Dinilai Terlalu Kecil

Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur menilai alokasi anggaran untuk sektor perekonomian dalam Rancangan Perubahan APBD (P-APBD) Tahun Anggaran 2026 belum ...
Minggu, 30 Agu 2026 00:57 WIB | Daerah

Posko Golkar Jatim Sediakan Makan hingga Cek Kesehatan Gratis

Ratusan muktamirin memanfaatkan layanan Posko Partai Golkar Jawa Timur yang didirikan di area menuju lokasi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di kawasan ...
Jumat, 28 Agu 2026 19:50 WIB | Pendidikan

Gubernur Khofifah Salurkan Biaya Pendidikan untuk 112 Murid di Jombang

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan biaya pendidikan afirmasi senilai Rp112 juta kepada murid jenjang SMA, SMK, dan SLB di ...
Selasa, 25 Agu 2026 23:21 WIB | Politik

Puguh DPRD Jatim Dorong AI Dimanfaatkan untuk Kenalkan Sejarah Majapahit ke Dunia

Judul : Puguh DPRD Jatim Dorong AI Dimanfaatkan untuk Kenalkan Sejarah Majapahit ke Dunia Judul : Puguh DPRD Jatim Dorong AI Dimanfaatkan untuk Kenalkan ...
Senin, 24 Agu 2026 22:27 WIB | Pariwisata

Turnamen Domino Jurnalis di Surabaya Jadi Momentum Promosi Olahraga

Sebanyak 64 jurnalis bertanding dalam turnamen domino di Surabaya sekaligus mendorong domino dikenal sebagai olahraga yang berorientasi prestasi. ...
Minggu, 23 Agu 2026 18:39 WIB | Politik

Lomba Rakyat Demokrat Kabupaten Probolinggo Semarak, Ratusan Warga Kompak Sampaikan Terima Kasih kepada SBY-AHY

Suasana meriah mewarnai Lomba Rakyat yang digelar DPC Partai Demokrat Kabupaten Probolinggo dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ...