x editorial.id skyscraper
x editorial.id skyscraper

Banjir Bandang Situbondo Jadi Alarm Keras, Fraksi Demokrat Minta Pembenahan DAS

Avatar Redaksi

Daerah

Banjir bandang yang melanda Kabupaten Situbondo pada 21–22 Januari 2026 menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah maupun provinsi Jawa Timur.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Timur, dr. Agung Mulyono, menilai bencana tersebut menunjukkan lemahnya kesiapan sistem pengendalian banjir dan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS).

Berdasarkan data sementara, banjir bandang menerjang lima kecamatan, yakni Banyuglugur, Besuki, Bungatan, Mlandingan, dan Kendit. Sedikitnya lebih dari 6.300 rumah warga terdampak, disertai kerusakan infrastruktur vital seperti jembatan penghubung antar desa yang putus serta tanggul sungai yang jebol.

“Ini bukan banjir biasa, tetapi banjir bandang dengan daya rusak tinggi. Dampaknya lintas kecamatan dan sangat mengganggu kehidupan sosial, ekonomi, serta keselamatan warga,” tegas Agung, Jumat 23 Januari 2026.

Anggota DPRD Jatim Dapil Banyuwangi–Bondowoso–Situbondo itu meminta organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jatim, khususnya dinas terkait, untuk bekerja lebih serius dan mengedepankan langkah preventif, bukan sekadar reaktif.

“Saya sudah sering menyampaikan saat hearing dengan mitra komisi. Harus ada pemetaan yang jelas dan mitigasi daerah-daerah rawan serta berisiko banjir,” ujarnya.

Dokter Agung juga menyoroti kondisi cuaca ekstrem dalam dua pekan terakhir yang berdampak luas, tidak hanya di Situbondo. 

Menurutnya, cuaca buruk telah memengaruhi sektor transportasi nasional, mulai dari gangguan penerbangan di Bandara Juanda hingga keterlambatan perjalanan kereta api Surabaya–Jakarta dan sebaliknya akibat lintasan rel terendam banjir, seperti yang terjadi di Pekalongan.

“Bahkan beberapa hari lalu, tiket kereta api sampai dikembalikan 100 persen karena pembatalan keberangkatan. Ini menunjukkan cuaca ekstrem berdampak sistemik,” katanya.

Ia menegaskan, penanganan banjir di Situbondo tidak bisa lagi bersifat musiman. Curah hujan tinggi yang diperparah oleh luapan Sungai Lubawang menjadi indikasi adanya persoalan struktural.

“Ini menyangkut daya dukung sungai, pengelolaan DAS, hingga tata ruang permukiman. Kalau tidak dibenahi secara serius, bencana seperti ini akan terus berulang,” tandasnya.

Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Timur, lanjut Agung, mendorong pemerintah untuk memaksimalkan penanganan darurat, menjamin keselamatan warga, memulihkan akses transportasi, serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Selain itu, percepatan pendataan kerusakan dan kerugian warga juga dinilai krusial agar bantuan dapat disalurkan secara adil dan tepat sasaran. Evaluasi menyeluruh terhadap tanggul, sungai, dan infrastruktur air di Situbondo pun mendesak untuk segera dilakukan.

Anggota DPRD Jatim tiga periode itu  menekankan pentingnya kolaborasi kuat antara Pemkab Situbondo, Pemprov Jawa Timur, dan pemerintah pusat agar penanganan tidak berhenti pada tahap tanggap darurat, tetapi berlanjut ke rehabilitasi dan pencegahan jangka panjang.

Seperti diketahui, intensitas curah hujan ekstrem menjadi faktor utama terjadinya banjir bandang di Situbondo. Berdasarkan laporan yang dihimpun, curah hujan di sejumlah wilayah tercatat berada pada kisaran 100 hingga 200 milimeter, bahkan melebihi angka tersebut di beberapa titik.

Kondisi itu menempatkan Situbondo dalam kategori hujan ekstrem, yang secara signifikan meningkatkan risiko banjir bandang, terutama di wilayah dengan kapasitas sungai terbatas.

Dalam situasi cuaca seperti ini, kesiapan dan daya tampung sungai menjadi faktor krusial. Lonjakan debit air dalam waktu singkat membuat sungai tidak mampu menahan aliran, sehingga meluap dan menggenangi permukiman warga.

Sejumlah sungai yang berada di bawah kewenangan Pemprov Jawa Timur pun dinilai perlu perhatian serius. Sungai Kalimas, Jumain, dan Selowogo disebut sebagai contoh sungai yang kondisinya cukup memprihatinkan dan belum optimal dalam mengendalikan aliran air saat hujan lebat.

Sementara itu, data BPBD Situbondo mencatat dampak banjir bandang tersebar di lima kecamatan dengan tingkat kerusakan yang tidak merata. Kecamatan Besuki menjadi wilayah paling terdampak dengan 5.431 rumah terendam, disusul Banyuglugur 440 rumah, Mlandingan 169 rumah, Kendit 154 rumah, dan Bungatan 130 rumah.

“DPRD Jawa Timur, khususnya Fraksi Demokrat, akan mengawal serius agar bencana ini menjadi momentum perbaikan kebijakan pengelolaan air dan mitigasi bencana, bukan sekadar rutinitas tahunan,” pungkas Agung.

 

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Selasa, 09 Jun 2026 13:43 WIB | Politik

Golkar Jatim Gaspol ke Pemilu 2029, Kader Diminta Rutin Siaran Langsung di Medsos

Partai Golkar Jawa Timur mulai menyiapkan strategi untuk menghadapi Pemilu 2029. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mewajibkan kader dan anggota Fraksi ...
Selasa, 02 Jun 2026 14:24 WIB | Ekonomi

Peringati Hari Lahir Pancasila, DPD PDI Perjuangan Jatim Teguhkan Semangat Persatuan dan Gotong Royong

 DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Surabaya, Senin (1/6). ...
Sabtu, 30 Mei 2026 09:45 WIB | Ekonomi

ORADO Jawa Timur Buka Peluang Kerja Sama UMKM untuk Produksi Batu Domino dan Papan Permainan

SURABAYA - Federasi Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Jawa Timur membuka peluang kolaborasi dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk ...
Senin, 25 Mei 2026 07:52 WIB | Daerah

Dokter Agung Gaspol Kampanyekan Hidup Sehat lewat Banyuwangi Criterium League 2026

Semangat olahraga dan geliat sport tourism bakal terasa kuat di Banyuwangi akhir Mei mendatang. Ajang balap sepeda bergengsi bertajuk Banyuwangi Criterium ...
Minggu, 24 Mei 2026 22:01 WIB | Ekonomi

Workshop Crochet Kirby Bersama ByLin Handmade Jadi Ajang Kreatif dan Self Healing

SURABAYA - Rumah Literasi Digital kembali menghadirkan kegiatan kreatif untuk anak muda melalui Workshop Crochet Kirby yang digelar pada Minggu, 24 Mei 2026 di ...
Minggu, 24 Mei 2026 06:10 WIB | Politik

Komisi E DPRD Jatim Soroti SPMB 2026/2027, Minta Sosialisasi Masif dan Beasiswa Sekolah Swasta

Komisi E DPRD Jawa Timur memberi perhatian serius terhadap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Dalam Rapat Dengar Pendapat ...