x editorial.id skyscraper
x editorial.id skyscraper

Menyoal Peran Perempuan dalam Islam: Seminar Nasional KOPRI PMII UIN Sunan Ampel Soroti Kesadaran Gender

Avatar Redaksi

Pendidikan

Surabaya, 19 Februari 2025 – Kampus 1 UIN Sunan Ampel menjadi saksi pentingnya sebuah dialog tentang kesetaraan gender, dengan adanya Seminar Nasional yang bertajuk Islam Feminis atau Feminis Islam: Mana yang Benar. Seminar ini, yang digelar oleh KOPRI Komisariat PMII UIN Sunan Ampel Cabang Surabaya, menjadi ruang untuk menggali lebih dalam hubungan antara feminisme dan Islam dalam konteks kekinian.

Di tengah para peserta yang penuh antusiasme, dua sosok yang dikenal dengan komitmennya dalam memperjuangkan hak-hak perempuan menyampaikan pandangan mereka. Yenny Zanuba Wahid, Direktur Wahid Foundation, dan Dr. KH. Husein Muhammad, yang lebih akrab disapa Buya Husein, berbagi perspektif mereka tentang bagaimana pemahaman mengenai kesetaraan gender dapat mengubah wajah masyarakat yang lebih adil dan inklusif.

Yenny memulai dengan sebuah pesan yang begitu menyentuh: kesadaran gender tidak hanya penting bagi perempuan, tetapi juga untuk seluruh lapisan masyarakat. Ia menegaskan bahwa perempuan tidak hanya harus dipandang sebagai sosok yang terbatas pada ruang domestik, tetapi harus diberdayakan agar bisa membawa dampak positif bagi keluarga dan masyarakat. Menurutnya, Islam sejatinya hadir untuk menegakkan keadilan gender. “Gender mainstreaming adalah kebutuhan kita semua, tidak hanya perempuan,” tegas Yenny.

Buya Husein, di sisi lain, menyentuh aspek yang lebih mendalam terkait tafsir teks-teks keislaman. Dalam pandangannya, banyak teks yang dianggap diskriminatif terhadap perempuan sebenarnya bisa diinterpretasikan dengan cara yang lebih inklusif, dengan melihat konteks dan relevansi zaman. “Kita perlu lebih kritis dalam membaca teks-teks keislaman dan mempertanyakan makna yang terkandung di dalamnya,” katanya. Ini menjadi panggilan bagi para peserta untuk berpikir lebih terbuka dalam melihat teks-teks agama yang selama ini mungkin dianggap sebagai pedoman tetap.

Seminar ini tidak hanya mengundang pemikiran dari para narasumber, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta untuk berbagi pandangan dan bertanya. Diskusi yang muncul semakin membuka wawasan banyak pihak tentang bagaimana seharusnya peran perempuan dipahami dalam kerangka Islam yang lebih modern. Salah satu peserta dengan antusias mengatakan bahwa ia merasa lebih tercerahkan tentang pentingnya peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat, dan merasa lebih yakin bahwa peran tersebut tidak terbatas pada sekadar pekerjaan domestik.

Acara ini juga melibatkan Lilik Huriyah, Ketua Pusat Studi Gender dan Anak UIN Sunan Ampel, yang memberikan wawasan terkait regulasi terbaru tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Melalui sosialisasi ini, para peserta diberikan pemahaman tentang bagaimana perlindungan terhadap perempuan harus diperkuat, baik dalam konteks hukum maupun dalam kesadaran sosial.

Di akhir acara, RA. Fannia, Ketua KOPRI PMII Komisariat UINSA, memberikan apresiasi terhadap inisiatif ini. Dalam sambutannya, Fannia berharap agar seminar ini menjadi jembatan untuk membawa perubahan yang lebih besar, tidak hanya di dalam kampus, tetapi juga di luar kampus, dalam upaya mewujudkan kesetaraan gender yang lebih konkret.

“Semoga apa yang kita bahas hari ini tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” harap Fannia. Yenny sendiri mengungkapkan harapannya agar diskusi ini dapat menginspirasi lebih banyak kader PMII untuk berperan aktif dan memberikan kontribusi nyata dalam memperjuangkan hak-hak perempuan.

Seminar ini jelas memberikan kontribusi besar dalam membuka wawasan para peserta tentang bagaimana agama dan feminisme bisa berjalan seiring, dan bagaimana perempuan bisa berperan lebih aktif dalam masyarakat modern. Dengan adanya dialog yang terbuka, harapannya kesadaran gender akan semakin tersebar luas, menjadi bagian dari perubahan yang lebih inklusif dan adil.

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Minggu, 18 Jan 2026 05:49 WIB | Daerah

Khofifah, Menag Nasaruddin Umar, dan Men PPA Arifah Bersama Ribuan Muslimat NU Semarakkan Isra Mikraj di Istiqlal

Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Agama RI Prof. K.H. Nasaruddin Umar serta Menteri PPA Arifah Choiri ...
Selasa, 13 Jan 2026 18:49 WIB | Pendidikan

Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara, AHY Dorong Mental Tangguh Taruna-Taruni

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan SMA Taruna Nusantara (TN) Kampus Malang, Selasa (13/1/2026). Sekolah unggulan ini berlokasi di Desa ...
Jumat, 09 Jan 2026 14:27 WIB | Daerah

Gubernur Khofifah Bersama Kapolda Jatim Panen Raya Jagung Serentak di Sidoarjo, Proyeksikan Produksi 5,4 Juta Ton

 Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama  Kapolda  Jawa Timur menggelar Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025  dalam rangka Mendukung Sw ...
Kamis, 08 Jan 2026 15:18 WIB | Ekonomi

Atas Peran Dorong Swasembada Pangan 2025, Khofifah Terima Satyalancana Wira Karya

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawamsa menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Swasembada Pangan 2025 dari Presiden RI Prabowo ...
Kamis, 08 Jan 2026 04:31 WIB | Politik

Musyafak Tegaskan PKB Surabaya Solid Dukung Pilkada Lewat DPRD

Wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD kembali mencuat ke ruang publik. Salah satu alasan yang menguat adalah mahalnya biaya pilkada langsung ...
Selasa, 06 Jan 2026 19:24 WIB | Daerah

Khofifah Terima Penghargaan atas Layanan Inklusif Ketunarunguan

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menerima Piagam Penghargaan dari Hearing Aid East Java sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif serta dukungan berkelanjutan ...