x editorial.id skyscraper
x editorial.id skyscraper

Pesantren Seblak Jombang Deklarasikan Diri sebagai Satuan Pendidikan Ramah Anak

Avatar Redaksi

Daerah

Editorial- Ratusan santri dan pelajar dari Pondok dan Madrasah Salafiyah Syafi’iyah Seblak, Jombang, membulatkan tekad untuk memerangi kekerasan di lingkungan pendidikan. Hal ini ditandai dengan apel peringatan Hari Santri pada Rabu (22/10) yang mengusung tema "Resolusi Jihad Pesantren Seblak Melawan Kekerasan."

Langkah ini mempertegas komitmen pesantren untuk menciptakan ruang belajar yang sepenuhnya aman, bebas dari bullying dan kekerasan seksual. 

Ketua Satgas Anti Kekerasan, Emma Rahmawati, menyampaikan bahwa Pesantren Seblak telah menerapkan sikap nol toleransi terhadap segala bentuk kekerasan. Menurutnya, komitmen ini membutuhkan kontrol diri dan kehati-hatian dari seluruh warga pesantren.

"Kami telah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang tersusun rapi dan membentuk Satgas Anti Kekerasan," jelas Ning Emma di hadapan seribu peserta apel. Ia merinci, Satgas bertugas secara responsif, menjaga kerahasiaan, dan memastikan penegakan keadilan.

Emma juga mendorong santri agar berani melapor, namun tetap dalam koridor adab. Pihak pesantren menyiapkan kanal pelaporan serta rujukan untuk pemulihan korban. Ning Emma memastikan, timnya akan bekerja maksimal, bahkan berencana memperluas Satgas ke seluruh unit pendidikan.

"Sistem pelaporan dijamin rahasia dan terlindungi dari intimidasi atau tindakan balasan terhadap pelapor, saksi, maupun penyintas," tegasnya. 

Kepala Madrasah Aliyah Seblak, Budi Santoso, menambahkan bahwa komitmen ini dikuatkan secara kelembagaan. Seluruh unit pendidikan di bawah Yayasan Khoiriyah Hasyim Seblak telah resmi ditetapkan sebagai Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA).

Status SRA ini didasarkan pada Keputusan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang Nomor 253 Tahun 2025, yang berlaku sejak 17 Maret 2025.

"Penetapan ini otomatis mewajibkan kami mendukung penuh peran Satgas Anti Kekerasan. Kami berharap upaya terintegrasi ini efektif mencegah terjadinya kekerasan, baik di pesantren maupun madrasah," tutup Budi.

Editor : Budi Prasetyo

Artikel Terbaru
Jumat, 23 Okt 2026 11:54 WIB | Daerah

Khofifah Resmikan Jalan Gerilya Panglima Besar Jenderal Sudirman dan Infrastruktur Pacitan

 Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji meresmikan  jalan gerilya Jenderal Sudirman serta infrastruktur j ...
Selasa, 20 Okt 2026 17:16 WIB | Daerah

TransJatim Koridor Malang Beroperasi 30 Oktober, Dishub Jatim Siapkan 15 Bus

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan (Dishub) bersiap mengaktifkan layanan TransJatim Koridor Malang pada 30 Oktober 2026. Layanan ini ...
Jumat, 16 Okt 2026 18:07 WIB | Politik

Sarmuji Puji Petrokimia Gresik: Siap Cetak Sejarah Industri Hijau Lewat Proyek CCU

PT Petrokimia Gresik (Persero) berpotensi besar mencetak sejarah baru sebagai pionir penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) di ...
Rabu, 14 Okt 2026 07:33 WIB | Politik

Jatim Unggul di Berbagai Sektor, M. Arbayanto: Stabilitas Ekonomi dan Keamanan Patut Diapresiasi

Momentum Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur mendapatkan apresiasi dan catatan strategis dari kalangan legislatif. Anggota Fraksi Partai Demokrat ...
Senin, 12 Okt 2026 08:15 WIB | Politik

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Desak Pengendalian Polusi di Tengah Lonjakan ISPA 36,2 Persen

Lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Jawa Timur sepanjang 2026 menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah. Wakil Ketua DPRD Jatim dari ...
Rabu, 07 Okt 2026 09:50 WIB | Politik

Suli Daim Ingatkan Sekolah Negeri: Fokus Belajar, Jangan Bebani Wali Murid

Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Suli Daim, mengimbau pihak sekolah negeri agar tidak membebani wali murid dengan berbagai ...