Reses Sriatun Andalkan Barcode, Serap Aspirasi Warga Sidoarjo Lebih Cepat dan Tepat Sasaran

Reporter : Redaksi

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, dr Sriatun, menghadirkan cara baru dalam menjaring aspirasi masyarakat saat menggelar reses di daerah pemilihannya, Kabupaten Sidoarjo. Alih-alih menggunakan formulir kertas, politisi PKB itu memanfaatkan teknologi barcode untuk mempermudah masyarakat menyampaikan usulan pembangunan.

Inovasi tersebut diterapkan dalam kegiatan reses yang berlangsung di kawasan tengah Kota Sidoarjo, Senin (27/7). Hadir dalam forum itu perwakilan pemerintah desa, pelaku UMKM, hingga tokoh masyarakat yang secara aktif menyampaikan berbagai kebutuhan di wilayahnya.

Sriatun mengatakan, pemanfaatan barcode merupakan bagian dari upaya menyesuaikan mekanisme penyerapan aspirasi dengan perkembangan teknologi, sehingga prosesnya menjadi lebih praktis, cepat, dan terdokumentasi dengan baik.

"Kalau dulu aspirasi ditulis di kertas secara manual, sekarang kami menggunakan barcode. Dengan cara ini masyarakat lebih mudah menyampaikan usulan sekaligus mengetahui program-program yang telah dimiliki Pemerintah Provinsi Jawa Timur," ujar Sriatun.

Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat memilih program yang dinilai paling dibutuhkan di lingkungannya. Aspirasi yang paling banyak diusulkan nantinya akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan skala prioritas yang diperjuangkan di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Meski demikian, Sriatun menegaskan masyarakat tetap diberi ruang untuk menyampaikan berbagai persoalan lain yang belum masuk dalam daftar program pemerintah.

"Kami ingin memastikan aspirasi masyarakat selaras dengan arah pembangunan pemerintah daerah. Namun apabila ada kebutuhan lain yang memang mendesak di lingkungan mereka, tentu tetap bisa disampaikan dan akan kami tampung," tegasnya.
Menurut Sriatun, pendekatan digital tersebut bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga menjadi langkah untuk menghadirkan proses reses yang lebih efektif serta mampu menghasilkan usulan pembangunan yang benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.

Reses di pusat Kota Sidoarjo itu merupakan titik ketiga dalam rangkaian kegiatan penyerapan aspirasi yang dilakukan Sriatun. Sebelumnya, ia juga menggelar dialog dengan masyarakat di dua lokasi berbeda di Kecamatan Tulangan.

Dari sejumlah pertemuan tersebut, salah satu aspirasi yang paling banyak mengemuka adalah kebutuhan peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Warga berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat memperluas program pelatihan, pendampingan usaha, hingga akses permodalan, khususnya bagi sentra meubel dan kerajinan yang menjadi salah satu potensi unggulan Kecamatan Tulangan.

Sriatun memastikan seluruh masukan masyarakat akan dikawal hingga ke tingkat pembahasan di DPRD Jawa Timur agar dapat menjadi perhatian pemerintah provinsi.

"Mudah-mudahan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat ini bisa kami perjuangkan sehingga dapat diakomodasi dalam program Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Harapannya, manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," pungkasnya.

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru