x editorial.id skyscraper
x editorial.id skyscraper

FPKS DPRD Jatim Dorong Obat Bahan Alam Naik Kelas hingga Fitofarmaka

Avatar Redaksi

Politik


Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Jawa Timur mendorong agar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Obat Bahan Alam menjadi momentum untuk membangun ekosistem obat bahan alam yang lebih kuat, terintegrasi, dan berbasis riset.

Pandangan tersebut disampaikan Anggota Fraksi PKS DPRD Jatim, Dr. Puguh Wiji Pamungkas, MM, saat membacakan Tanggapan dan/atau Jawaban FPKS terhadap Pendapat Gubernur Jawa Timur atas Raperda tentang Obat Bahan Alam dalam rapat paripurna DPRD Jatim, Kamis (10/9/2026).

Puguh mengatakan, FPKS menyambut baik dukungan Pemprov Jatim terhadap pembentukan Raperda tersebut. Menurutnya, regulasi baru diperlukan untuk menyesuaikan perkembangan pengaturan Obat Bahan Alam setelah terbitnya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024.

Namun, FPKS meminta Perda baru tidak hanya menjadi penyesuaian terhadap regulasi nasional. Regulasi tersebut harus mampu mendorong transformasi sektor Obat Bahan Alam Jawa Timur dari hulu hingga hilir.

“Pembentukan Perda baru harus menjadi momentum untuk melakukan transformasi kebijakan Obat Bahan Alam di Jawa Timur. Perda ini tidak boleh sekadar menjadi penyesuaian terhadap perubahan regulasi nasional, tetapi harus mampu menjadi instrumen pembangunan ekosistem Obat Bahan Alam yang terintegrasi dari hulu hingga hilir,” ujar Puguh.

FPKS juga sependapat dengan catatan Gubernur mengenai kesiapan kelembagaan dan anggaran. Menurut Puguh, banyaknya perangkat daerah yang terlibat dalam Raperda harus diikuti pembagian tugas dan kewenangan yang jelas.

“Raperda yang baik bukan hanya memiliki norma yang lengkap, tetapi juga harus memiliki daya implementasi. Jangan sampai Perda memberikan begitu banyak mandat kepada perangkat daerah, tetapi tidak diikuti dengan kejelasan siapa melakukan apa, bagaimana koordinasinya, apa targetnya, dan dari mana sumber pembiayaannya,” tegasnya.

Karena itu, FPKS mendorong agar program pengembangan Obat Bahan Alam diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah sehingga memiliki kesinambungan dan tidak bergantung pada program sektoral sesaat.

Selain kelembagaan, FPKS menyoroti rencana pembangunan Sistem Informasi Obat Bahan Alam. Puguh mendukung sistem tersebut dibangun secara aman, akuntabel, bertahap, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Namun, sistem informasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai database administratif. Menurutnya, sistem tersebut dapat dikembangkan menjadi platform ekosistem Obat Bahan Alam Jawa Timur yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, peneliti, perguruan tinggi, petani tanaman obat, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat.

“Data yang tersedia idealnya mencakup potensi tanaman obat, bahan baku, pelaku usaha, produk, hasil penelitian, sertifikasi, perkembangan usaha, serta informasi lain yang diperlukan sesuai kewenangan,” jelasnya.

FPKS juga meminta agar sistem tersebut memperhatikan keamanan data, interoperabilitas dengan sistem Pemerintah Pusat, kemudahan akses bagi pelaku UMKM, serta keberlanjutan pembiayaan dan pemeliharaannya.

Terkait rencana pemberian insentif kepada industri besar yang melakukan pembinaan terhadap usaha mikro dan kecil Obat Bahan Alam, FPKS menerima dan mendukung masukan Gubernur agar persyaratan serta mekanisme pemberian insentif diperjelas.

Meski demikian, Puguh menegaskan bahwa insentif harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas UMKM. Insentif tidak boleh sekadar menjadi penghargaan administratif bagi industri besar.

“Hubungan industri besar dan UMKM tidak hanya bersifat transaksional, tetapi membentuk kemitraan yang menghasilkan peningkatan kelas usaha,” katanya.

FPKS juga mendorong agar pemberian insentif dilakukan secara transparan, akuntabel, selektif, dan berbasis kinerja.

Sementara itu, terkait saintifikasi dan hilirisasi Obat Bahan Alam, FPKS memberikan perhatian khusus terhadap upaya mendorong produk lokal Jawa Timur hingga mencapai status fitofarmaka.

Puguh menyambut baik arah kebijakan agar hasil riset Obat Bahan Alam Jawa Timur dapat diperkuat secara ilmiah hingga berpeluang masuk dalam Formularium Fitofarmaka JKN atau Formularium Nasional Kementerian Kesehatan sesuai ketentuan.

“Jawa Timur tidak cukup hanya menjadi daerah yang memiliki banyak tanaman obat, banyak industri, atau banyak produk jamu. Jawa Timur harus mampu menghasilkan produk Obat Bahan Alam berbasis riset yang memiliki pembuktian ilmiah, memenuhi standar, memiliki daya saing, dan dapat dimanfaatkan dalam sistem pelayanan kesehatan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Menurut Puguh, penguatan riset, standardisasi, industri, UMKM, hingga hilirisasi menjadi bagian penting agar potensi besar Obat Bahan Alam di Jawa Timur dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

Di akhir penyampaiannya, FPKS menyatakan dapat menerima Pendapat Gubernur Jawa Timur untuk menjadi bahan pembahasan lebih lanjut terhadap Raperda tentang Obat Bahan Alam, dengan tetap memberikan ruang penyempurnaan substansi berdasarkan masukan seluruh fraksi dan pemangku kepentingan

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Jumat, 23 Okt 2026 11:54 WIB | Daerah

Khofifah Resmikan Jalan Gerilya Panglima Besar Jenderal Sudirman dan Infrastruktur Pacitan

 Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji meresmikan  jalan gerilya Jenderal Sudirman serta infrastruktur j ...
Selasa, 20 Okt 2026 17:16 WIB | Daerah

TransJatim Koridor Malang Beroperasi 30 Oktober, Dishub Jatim Siapkan 15 Bus

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan (Dishub) bersiap mengaktifkan layanan TransJatim Koridor Malang pada 30 Oktober 2026. Layanan ini ...
Jumat, 16 Okt 2026 18:07 WIB | Politik

Sarmuji Puji Petrokimia Gresik: Siap Cetak Sejarah Industri Hijau Lewat Proyek CCU

PT Petrokimia Gresik (Persero) berpotensi besar mencetak sejarah baru sebagai pionir penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) di ...
Rabu, 14 Okt 2026 07:33 WIB | Politik

Jatim Unggul di Berbagai Sektor, M. Arbayanto: Stabilitas Ekonomi dan Keamanan Patut Diapresiasi

Momentum Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur mendapatkan apresiasi dan catatan strategis dari kalangan legislatif. Anggota Fraksi Partai Demokrat ...
Senin, 12 Okt 2026 08:15 WIB | Politik

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Desak Pengendalian Polusi di Tengah Lonjakan ISPA 36,2 Persen

Lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Jawa Timur sepanjang 2026 menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah. Wakil Ketua DPRD Jatim dari ...
Rabu, 07 Okt 2026 09:50 WIB | Politik

Suli Daim Ingatkan Sekolah Negeri: Fokus Belajar, Jangan Bebani Wali Murid

Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Suli Daim, mengimbau pihak sekolah negeri agar tidak membebani wali murid dengan berbagai ...