Dokter Agung Pimpin Ngoprak di Malang, Strategi 3P Didorong untuk Genjot Kinerja dan Perkuat Elektoral Demokrat Jatim

Reporter : Redaksi

Fraksi Demokrat DPRD Jawa Timur tak ingin kehilangan momentum. Konsolidasi diperkuat. Mesin politik dirapikan. Target elektoral mulai dipancang sejak dini.

Lewat agenda “Ngobrol Fraksi” (Ngoprak) yang digelar di Kota Malang, Rabu (8/4/2026), soliditas internal ditegaskan sebagai kunci menghadapi dinamika politik sekaligus menjaga performa politik ke depan.

Baca juga: Ketua Fraksi Demokrat Jatim dr. Agung Mulyono Bangga Sarwo Edhie Wibowo Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional

Kegiatan ini dipimpin langsung Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jatim, dr Agung Mulyono. Hadir Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni, Sekretaris Fraksi Indra Widya Agustina, serta anggota fraksi M. Arabayanto, M. Soleh, Misery Effendy, Rasiyo, dan Naufal Alghifari.

Jajaran DPD Partai Demokrat Jawa Timur juga ikut merapat. Plt Sekretaris DPD Mugianto dan Kepala BPOKK Nur Muhyidin hadir bersama pengurus lainnya.

Dalam arahannya, Bendahara DPD Demokrat Jatim itu langsung mengunci arah gerak fraksi melalui konsep 3P: Penguatan Fraksi, Penguatan Komisi, dan Penguatan Personel.

“Nomor satu penguatan fraksi, kedua penguatan komisi, ketiga penguatan personel. Di komisi itu perannya apa, harus jelas. Jangan sampai gubernur ke kanan, kita ke kiri. Itu offside,” tegasnya.

Pesan anggota DPRD Jatim tiga periode itu jelas. Fraksi Demokrat harus satu irama dengan pemerintah provinsi sebagai partai pengusung. Kritik tetap dibuka, tetapi harus cerdas, terukur, dan membawa solusi.

“Kritis boleh, tapi harus berhitung. Kita ini partai pengusung. Support gubernur dan wagub, support OPD, tapi tetap solutif,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kerja konkret di masing-masing komisi. Setiap anggota diminta tidak sekadar hadir, tetapi mampu menghadirkan program unggulan dan pengawalan kebijakan yang berdampak langsung ke masyarakat.

“Teman-teman harus punya fokus. Program unggulan apa, yang dikawal apa. Hasil karya nyata itu yang akan dilihat publik,” sambungnya.

Optimisme pun disampaikan. Dengan disiplin menjalankan 3P, dokter Agung yakin Fraksi Demokrat bisa menjadi yang terdepan di DPRD Jatim.

Dari sisi elektoral, Misery Effendy mengingatkan pekerjaan rumah yang tak ringan. Target penambahan kursi harus mulai disiapkan dari sekarang.

“Dari 11 kursi sekarang, ke depan harus bertambah. Minimal tiap dapil ada keterwakilan Demokrat,” ujarnya.

Ia menegaskan, evaluasi kinerja di daerah pemilihan menjadi kunci menjaga peluang kemenangan.

Baca juga: Sekjen Herman Khaeron Panaskan Mesin Demokrat dari Tapal Kuda: Bannya Tak Boleh Kempes!

“Yang utama bagaimana kinerja elektoral di masing-masing dapil. Itu harus kita ukur sejak sekarang,” tegasnya.

Senada, M. Arabayanto melihat Malang Raya sebagai contoh potensi yang bisa terus dikembangkan. Menurutnya, kekuatan tim harus dijaga, sekaligus membuka ruang bagi jaringan baru.

“Tim yang sudah berjuang harus kita pertahankan dan perkuat. Bahkan sudah mulai muncul kanal-kanal baru yang siap bergabung menuju 2029,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pengisian dapil kosong dengan penanggung jawab yang jelas.

“Dapil kosong harus jelas siapa yang pegang. Ini harus mulai kita kelola dari sekarang. Karena kemenangan itu ada di kita, di fraksi dan komisi,” pungkasnya.

Sementara itu, Mugianto menyambut positif forum Ngoprak tersebut. Menurutnya, forum ini bukan sekadar diskusi, tetapi juga ruang membangun kekompakan dan kekeluargaan.

“Kalau bisa rutin dua bulan sekali. Jadi kalau ada sumbatan atau persoalan, bisa langsung kita pecahkan bersama,” ujarnya.

Baca juga: AHY Dinilai Menteri Terbaik: Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jatim: Buah Kerja Nyata untuk Rakyat

Sementara itu, Kepala BPOKK, Nur Muhyidin, menyampaikan apresiasi atas undangan dalam kegiatan Ngofrak serta kesempatan yang diberikan untuk menyampaikan sambutan.

“Saya mengucapkan terima kasih atas undangan dalam acara Ngofrak ini, sekaligus apresiasi karena telah diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan dan sambutan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi internal di dalam fraksi sebagai fondasi utama dalam merumuskan dan mengambil langkah-langkah politik ke depan.

“Koordinasi internal fraksi menjadi sangat penting agar setiap kebijakan dan langkah politik yang diambil bisa berjalan solid, terarah, dan mampu menjawab tantangan ke depan,” tambahnya.

Ngoprak kali ini tak berhenti di ruang diskusi. Para anggota fraksi juga turun ke lapangan dengan mengunjungi program ekonomi kerakyatan di wilayah Malang, yakni Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya nyata fraksi dalam mendorong penguatan ekonomi berbasis desa. KDMP sendiri menargetkan pengembangan di 390 desa dan kelurahan di Kabupaten Malang pada April mendatang.

Program tersebut dinilai sejalan dengan agenda pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkuat fondasi ekonomi lokal.

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru