Tak Tersentuh Pembangunan 40 Tahun, Warga Desa Ombul Galang Dana Perbaikan Jalan

Reporter : Redaksi
Papan pemberitahuan perbaikan jalan swadaya di Desa Ombu, Sampang, (30/1).

Editorial.ID - Ikatan Mahasiswa Ombul (IMO) bersama masyarakat Desa Ombul, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, mengambil langkah mandiri dengan menggalang donasi untuk memperbaiki jalan desa yang rusak parah. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus solusi atas kondisi infrastruktur yang diklaim telah terabaikan oleh pemerintah selama hampir empat dekade.

Ketua Umum IMO, Juweiriyah, mengungkapkan bahwa gerakan ini lahir dari rasa jengah masyarakat terhadap janji-janji pembangunan. Ia menyebut koordinasi mengenai kerusakan jalan sudah diupayakan sejak 30 hingga 40 tahun silam, namun hingga kini belum ada realisasi dari pihak berwenang.

"Kami sudah sejak lama mengonfirmasi rusaknya jalan ini kepada pihak terkait, tetapi tidak ada tanggapan serius, baik dari pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten. Kami tidak bisa hanya diam melihat warga kesulitan melintas," ujar Juweiriyah, Jumat (30/1/2026).

Berdasarkan pemetaan yang dilakukan mahasiswa, perbaikan akan difokuskan pada jalur vital yang menghubungkan pemukiman dan sarana pendidikan. Titik prioritas dimulai dari akses Jalan Utama Ombul (Ombul Laok) hingga ke Desa Rombasan, serta jalur dari Dusun Rombesen menuju Sekolah Ombul.

Juweiriyah menegaskan bahwa ambisi gerakan ini tidak hanya menyasar jalan utama desa.

"Harapan kami, apabila donasi terkumpul cukup banyak, kami bersama warga menginginkan perbaikan jalan ini merata hingga ke pelosok-pelosok desa yang selama ini terisolasi," tambahnya.

Kondisi jalan di lokasi saat ini didominasi bebatuan lepas dan lubang dalam yang membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama saat cuaca buruk. Gerakan ini pun menjadi seruan bagi warga Sampang, baik yang berada di desa maupun perantauan, untuk bergotong royong demi kelancaran ekonomi dan pendidikan.

Masyarakat yang ingin berkontribusi dapat menyalurkan donasi melalui rekening BRI 741701042428539 atas nama Juweiriyah, atau menghubungi layanan hotline di nomor 0857-0412-6337. Gerakan swadaya ini diharapkan menjadi pengingat bagi pemerintah daerah mengenai pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke tingkat pelosok.

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru