x editorial.id skyscraper
x editorial.id skyscraper

Diaspora Keluhkan Pajak Bantuan Bencana Sumatera, Pemerintah Klaim Masih Sanggup Atasi

Avatar Mohamed Kosim

Hukum

Editorial.ID - Diaspora Indonesia yang menetap di Singapura mengeluhkan kebijakan pemerintah Indonesia yang dikhawatirkan akan mengenakan pajak pada pengiriman bantuan logistik untuk korban bencana banjir Sumatera. Keluhan ini muncul di tengah tingginya angka korban jiwa yang mencapai 969 jiwa per 10 Desember.

Salah seorang diaspora bernama Fika, melalui akun Instagram-nya @ffawzia07, menyatakan bahwa bantuan dari luar negeri akan dikenakan pajak dan dianggap sebagai barang impor jika bencana banjir Sumatera belum ditetapkan sebagai bencana nasional.

"Apabila ada donasi dari diaspora dan bencana banjir Sumatera belum ditetapkan sebagai bencana nasional, maka bantuan akan dikenakan pajak," tulis Fika, seraya menambahkan bahwa kebijakan ini dinilai membatasi inisiatif para diaspora, yang saat ini hanya bisa membantu melalui donasi uang.

Menanggapi keluhan tersebut, Duta Besar RI untuk Singapura, Suryo Pratomo, mengakui menerima pertanyaan dari diaspora mengenai pengiriman bantuan. Namun, ia menyatakan Kedubes RI tidak memiliki wewenang untuk memfasilitasi pengiriman bantuan logistik atau mendorong penetapan status bencana nasional.

Suryo Pratomo mengarahkan agar pertanyaan mengenai prosedur pengenaan pajak ditanyakan langsung kepada Bea Cukai. Sementara itu, ia memberikan alternatif bagi diaspora.

"Kirim donasi uang, bisa dikirimkan ke Palang Merah Indonesia," ujarnya.

Di sisi lain, Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Direktorat Jenderal Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto, belum dapat memberikan penjelasan segera dan menyatakan perlu berkoordinasi dengan jajaran terkait.

Sementara prosedur bantuan logistik dipermasalahkan, Pemerintah Pusat melalui Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa pemerintah belum membuka ruang bagi bantuan dana dari negara lain.

Prasetyo mengklaim pemerintah masih sanggup mengatasi seluruh masalah bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

"Kami merasa bahwa pemerintah, semua masih sanggup untuk mengatasi seluruh permasalahan yang kami hadapi," kata Prasetyo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada 3 Desember 2025.

Meskipun banyak negara telah menyatakan perhatian dan keinginan untuk membantu, politikus Gerindra itu mengklaim bahwa stok pangan dan BBM di dalam negeri mencukupi. Pemerintah menyatakan akan melakukan penanganan, termasuk menggunakan cara yang mungkin tidak normal, seperti dropping bantuan dari udara, menyesuaikan dengan kondisi lapangan.

Editor : Mohamed Kosim

Artikel Terbaru
Sabtu, 31 Jan 2026 07:26 WIB | Politik

Rekrutmen Terbuka PDIP Jatim: Gen Z Diajak Terlibat Menentukan Arah Kebijakan Publik

 PDI Perjuangan Jawa Timur (PDIP Jatim) membuka rekrutmen terbuka bagi seluruh kalangan untuk bergabung dan berkiprah sebagai kader dan pengurus partai, baik ...
Sabtu, 31 Jan 2026 07:22 WIB | Politik

Khofifah dan Menkomdigi Resmikan Program Talenta Digital Jatim Mendunia

 Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Republik Indonesia Meutya Hafid secara resmi meluncurkan ...
Jumat, 30 Jan 2026 11:21 WIB | Daerah

Tak Tersentuh Pembangunan 40 Tahun, Warga Desa Ombul Galang Dana Perbaikan Jalan

Editorial.ID - Ikatan Mahasiswa Ombul (IMO) bersama masyarakat Desa Ombul, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, mengambil langkah mandiri dengan menggalang ...
Jumat, 30 Jan 2026 05:07 WIB | Politik

Pansus BUMD DPRD Jatim Cari Formula Tepat Tingkatkan Kontribusi PAD

Panitia Khusus (Pansus) DPRD Jawa Timur yang membahas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur terus melakukan pendalaman guna merumuskan rekomendasi terbaik ...
Kamis, 29 Jan 2026 09:57 WIB | Politik

Sambut Kehadiran SBY, Demokrat Jatim Gaspol Konsolidasi Lewat Retreat

DPD Partai Demokrat Jawa Timur akan menggelar kegiatan retreat bersama Fraksi Demokrat DPRD provinsi serta kabupaten/kota se-Jawa Timur di Hotel Shangri-La ...
Rabu, 28 Jan 2026 23:20 WIB | Politik

Trans Jatim Dipastikan Aman, Pemprov Jatim Gelontorkan Rp251 Miliar di 2026

Program transportasi publik Trans Jatim dipastikan tetap berjalan mulus pada 2026.Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan anggaran subsidi sebesar Rp251 ...