x editorial.id skyscraper
x editorial.id skyscraper

Sorotan Tajam Nitizen X Pasca-Insiden Mobil MBG Tabrak Siswa: Program MBG Disebut "Bawa Sial" dan Diminta Dibubarkan

Avatar Mohamed Kosim

Hukum

Editorial.ID - Rentetan tragedi yang menyertai program Makanan Bergizi Gratis (MBG) mencapai puncaknya. Setelah berulang kali dihantam isu keracunan massal dan menu 'membagongkan', kini kecelakaan fatal mobil logistik MBG di SDN Kalibaru, Cilincing, yang menabrak 20 JIWA (siswa dan guru), memicu amarah kolektif di media sosial X.

Hastag yang menyertai insiden ini langsung meledak, diwarnai sumpah serapah dan tuntutan keras agar program MBG, yang dinilai Program Bawa Sial, segera dihentikan.

Nitizen X (dulu Twitter) tidak lagi menahan diri. Mereka menuduh program ini sejak awal didesain hanya untuk meraup keuntungan segelintir pihak, bukan fokus pada keselamatan dan gizi anak bangsa.

Komentar akun @arifnurrachmann menjadi trending topic karena secara terang-terangan menuduh adanya motif terselubung di balik skema MBG yang boros dan berisiko.

"Coba klo MBGnya bentuk subsidi ke kantin sekolah, gaada kejadian gini. Program bawa sial soalnya eksekutornya cmn mau untung," ujarnya.

Tuduhan ini menguatkan dugaan publik bahwa rantai pasok yang panjang dan rentan kecelakaan ini dipertahankan karena adanya cuan besar bagi para pelaksana.

Situasi makin memanas ketika warganet melihat rentetan malapetaka dari keracunan hingga kecelakaan fisik sebagai sebuah kutukan. Akun @lu_lu_cute menyentil habis-habisan para pemangku kebijakan dengan solusi yang sensasional.

"Memang program MBG ini sepertinya dikutuk. Sudah makan korban keracunan, bbrp waktu terakhir sudah adem ayem eh ada kejadian ini. Itu para penggagasnya dirukiyah dulu coba. Doa tobat jadi org tamak," papar akun tersebut.

Publik di X bahkan ikut bersuara lantang, menuding program ini hanya dipertahankan atas dasar gengsi politik semata, meskipun terus memicu kerugian.

Hermawan Albantani (@rudi_albantani) "Dari awal program ini hanya mendatangkan mudharat! Hanya karena gengsi, pemimpin tetep mempertahankan! harus segera di Bubarkan!," tegas akun tersebut pada platform X.

Desakan ini ditujukan langsung kepada pucuk pimpinan di pusat yang dinilai 'tuli' terhadap penderitaan dan risiko yang dialami para siswa dan guru.

Insiden Cilincing kini menjadi 'Alarm Keras' bagi pemerintah. Publik menuntut agar pertanggungjawaban tidak hanya berhenti pada sopir yang lalai, tetapi juga para pejabat yang mendesain dan mengelola program logistik berbahaya ini.

Editor : Mohamed Kosim

Artikel Terbaru
Jumat, 23 Okt 2026 11:54 WIB | Daerah

Khofifah Resmikan Jalan Gerilya Panglima Besar Jenderal Sudirman dan Infrastruktur Pacitan

 Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji meresmikan  jalan gerilya Jenderal Sudirman serta infrastruktur j ...
Selasa, 20 Okt 2026 17:16 WIB | Daerah

TransJatim Koridor Malang Beroperasi 30 Oktober, Dishub Jatim Siapkan 15 Bus

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan (Dishub) bersiap mengaktifkan layanan TransJatim Koridor Malang pada 30 Oktober 2026. Layanan ini ...
Jumat, 16 Okt 2026 18:07 WIB | Politik

Sarmuji Puji Petrokimia Gresik: Siap Cetak Sejarah Industri Hijau Lewat Proyek CCU

PT Petrokimia Gresik (Persero) berpotensi besar mencetak sejarah baru sebagai pionir penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) di ...
Rabu, 14 Okt 2026 07:33 WIB | Politik

Jatim Unggul di Berbagai Sektor, M. Arbayanto: Stabilitas Ekonomi dan Keamanan Patut Diapresiasi

Momentum Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur mendapatkan apresiasi dan catatan strategis dari kalangan legislatif. Anggota Fraksi Partai Demokrat ...
Senin, 12 Okt 2026 08:15 WIB | Politik

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Desak Pengendalian Polusi di Tengah Lonjakan ISPA 36,2 Persen

Lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Jawa Timur sepanjang 2026 menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah. Wakil Ketua DPRD Jatim dari ...
Rabu, 07 Okt 2026 09:50 WIB | Politik

Suli Daim Ingatkan Sekolah Negeri: Fokus Belajar, Jangan Bebani Wali Murid

Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Suli Daim, mengimbau pihak sekolah negeri agar tidak membebani wali murid dengan berbagai ...