Rencana Perluasan MBG Dinilai Positif, Rasiyo DPRD Jatim Tekankan Keamanan Makanan
Rencana Kementerian Sosial (Kemensos) RI untuk memperluas sasaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat apresiasi dari anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo.
Sebelumnya, program MBG menyasar siswa aktif di sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Dalam rencana terbaru, sasaran program akan diperluas ke anak usia sekolah yang putus sekolah, masyarakat lanjut usia (lansia), hingga penyandang disabilitas.
“Tujuannya sangat baik karena tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga kelompok rentan lainnya hingga lansia,” ujar Rasiyo saat ditemui usai sidang paripurna di ruang Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim, Senin (19/1/2026).
Meski demikian, politikus Partai Demokrat itu menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan di tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Evaluasi dinilai perlu menyusul sejumlah kasus yang belakangan terjadi.
“Seperti kejadian ratusan siswa yang mengalami keracunan dalam pelaksanaan program MBG di Mojokerto. Ini harus menjadi perhatian serius,” katanya.
Menurut Rasiyo, pengawasan ketat menjadi kunci agar kejadian serupa tidak terulang. Ia menilai sumber utama persoalan berada pada pengelolaan makanan di SPPG.
“Sentralnya ada di SPPG, mulai dari cara memasak hingga pengawasannya. Kalau itu dilakukan dengan baik, kejadian seperti keracunan bisa dicegah,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengawasan harus mencakup kebersihan tempat, penggunaan ruang berpendingin setelah proses memasak, hingga penyimpanan bahan dan makanan di gudang ber-AC.
“Semua tahapan itu harus diperhatikan secara serius demi menjamin kualitas dan keamanan makanan,” tegasnya.
Rasiyo berharap, dengan pengawasan yang optimal, program MBG sebagai bagian dari program strategis nasional dapat berjalan maksimal.
“Sehingga MBG bisa terlaksana dengan baik dan selaras dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” pungkasnya.
Editor : Redaksi