x editorial.id skyscraper
x editorial.id skyscraper

Dari Veto Moral Tebuireng hingga Supremasi Syuriyah Kunci Kursi Ketua Umum PBNU

Avatar Mohamed Kosim

Politik

Editorial.ID - Gejolak internal di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mencapai titik balik ketika para Mustasyar seperti Prof. KH. Ma’ruf Amin dan KH. Said Aqil Siradj terpaksa turun gunung, berkumpul di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Aksi para kiai sepuh ini adalah ultimatum moral yang bertujuan membendung manuver yang mengancam tatanan organisasi.

Merespons panggilan kepedulian tersebut, lebih dari 400 pengurus wilayah dan cabang (PWNU/PCNU) dari seluruh Nusantara menyatakan sikap bulat menjadikan arahan Mustasyar sebagai rujukan tertinggi. Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) lantas mengalihkan fokus krisis dari isu personal ke prinsip organisasi.

“Organisasi itu sistem. Pondasinya adalah aturan. Kalau aturan diabaikan, organisasi bisa mundur seratus tahun,” tegas Gus Yahya saat itu.

Pernyataan ini diperkuat oleh dukungan daerah yang mengunci argumen hukum. Ketua PWNU Bangka Belitung, Masmuni Mahatma, menegaskan bahwa otoritas tertinggi adalah konstitusi Ketua umum atau rais aam itu kecil. Yang besar adalah anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Konsolidasi 400 wilayah ini menjadi deklarasi awal untuk islah, penertiban, dan ketaatan pada hukum organisasi.

Dukungan moral dari daerah segera diterjemahkan menjadi tindakan struktural di pusat. Pada Senin malam (9/12/2025), PBNU menggelar Rapat Pleno di Hotel Sultan, Jakarta, yang ditandai dengan penegasan penguatan kembali supremasi Syuriyah sebagai owner NU.

Rais Aam PBNU, KH. Miftachul Akhyar, membuka rapat dengan nada tegas, menggarisbawahi tekad untuk mengakhiri kecenderungan Syuriyah dipengaruhi Tanfidziyah seperti yang terjadi di masa lalu.

“Syuriyah adalah merupakan owner daripada Nahdlatul Ulama dan periode ini menjadi sebuah tekad bersama untuk memuatkan supremasi daripada Syuriyah," tegas Kiai Miftachul, meletakkan dasar bagi keputusan yang akan diambil.

Rapat Pleno yang dipimpin Rais Syuriyah Mohammad Nuh, atas mandat dari Rais Aam, mengumumkan hasil keputusan yang mengakhiri drama kepemimpinan: KH. Zulfa Mustofa ditetapkan sebagai Penjabat (Pj.) Ketua Umum PBNU, menggantikan Gus Yahya yang diberhentikan oleh Syuriyah.

"Yaitu penetapan pejabat Ketua Umum PBNU masa bakti sisa... yaitu yang mulia beliau Bapak K.H. Zulfa Mustofa," kata Mohammad Nuh.

Nuh menjelaskan bahwa KH. Zulfa Mustofa akan mengemban tugas sebagai Pj. Ketum hingga Muktamar NU berikutnya pada tahun 2026. Penetapan ini secara efektif menutup babak gejolak internal dengan solusi struktural yang kuat, sekaligus menunjukkan bahwa dalam hierarki NU, keputusan Syuriyah pada akhirnya melampaui dukungan politik dari wilayah. Apakah keputusan ini benar-benar menjamin stabilitas organisasi hingga Muktamar 2026 mendatang?

Editor : Mohamed Kosim

Artikel Terbaru
Kamis, 24 Sep 2026 07:42 WIB | Politik

Tindak Lanjuti Instruksi AHY, Dokter Agung Bawa Program LIKE ke Warga Banyuwangi

Komitmen hadir dan memberi solusi nyata bagi masyarakat terus ditunjukkan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Timur, dr. Agung Mulyono. Politisi senior ...
Rabu, 23 Sep 2026 15:55 WIB | Politik

Antisipasi Lonjakan Influenza Tipe A “Super Flu” Di Jatim, dr Benjamin Minta Stok Obat Faskes Dipastikan Safe

Komisi E DPRD Jawa Timur menaruh perhatian serius terhadap tren peningkatan kasus lonjakan Influenza Tipe A yang meluas di wilayah Jawa Timur.  Anggota Komisi ...
Rabu, 23 Sep 2026 09:04 WIB | Politik

Hari Perdamaian, Khofifah Dorong Toleransi dan Dialog

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak  seluruh masyarakat memperkuat peran dalam menjaga perdamaian dan kerukunan. Caranya yaitu dengan ...
Senin, 21 Sep 2026 15:59 WIB | Politik

Cegah Kekeringan Meluas, Pemprov Jatim Petakan Wilayah Kritis dan Buka Opsi Modifikasi Cuaca

Ancaman kekeringan ekstrem yang mulai melanda sejumlah daerah di Jawa Timur (Jatim) menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov). Wakil Gubernur ...
Selasa, 15 Sep 2026 23:35 WIB | Ekonomi

Dokter Agung Puji Pameran Lukisan SBY: Cermin Jiwa dan Keteladanan Seorang Negarawan

Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), resmi membuka pameran tunggal lukisan perdananya di Voza Tower Surabaya, Selasa 15 September ...
Selasa, 15 Sep 2026 17:28 WIB | Politik

Sesar Surabaya dan Sesar Waru Disorot, Rasiyo Dorong Penguatan Mitigasi Gempa

Kondisi geologi Kota Surabaya kembali menjadi perhatian. Kota Pahlawan diketahui dilintasi dua patahan aktif, yakni Sesar Surabaya dan Sesar Waru, yang ...