x editorial.id skyscraper
x editorial.id skyscraper

Bareskrim Buru Jaringan Pembalak Liar di Balik Bencana Banjir Sumatera

Avatar Mohamed Kosim

Hukum

Editorial.ID - Bencana banjir bandang yang merendam Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh bukan hanya menyisakan kerusakan infrastruktur dan duka, tetapi juga menyimpan misteri kelam yang kini menjadi sorotan nasional. Ribuan kayu gelondongan yang terdampar, mulai dari bibir Pantai Parkit Padang hingga Sibolga, bukan sekadar sampah banjir, melainkan bukti kuat yang menyeret dugaan praktik pembalak liar skala besar.

Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri bergerak cepat membentuk tim khusus untuk membongkar teka-teki asal-usul kayu ini. Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Irhamni, menegaskan bahwa fokus utama adalah mencari ada tidaknya unsur pidana dalam fenomena tersebut.

"Penyelidikan sudah dimulai, tim sudah dibentuk untuk mencari ada peristiwa pidana atau tidak, kalau memang ketemu ya dilanjutkan," ujar Brigjen Irhamni, Kamis (4/12).

Tim penyelidik kini tengah memverifikasi izin dan kegiatan seluruh perusahaan di wilayah terdampak, tak terkecuali pihak-pihak yang beroperasi tanpa izin resmi.

"Tidak punya izin juga kita sedang verifikasi, sedang lakukan penyelidikan. Sumbernya resmi atau tidak resmi, ada izin atau tidak," tegasnya, mengindikasikan bahwa tak ada celah yang luput dari pengawasan.

Kayu gelondongan itu menjadi pemandangan miris di berbagai lokasi seperti di Padang, Sumatera Barat pada Muara dan bibir Pantai Parkit dipenuhi tumpukan kayu bercampur sampah, seolah lautan mengirimkan kembali hasil eksploitasi hutan. Di Sumatera Utara Kayu-kayu hanyut melintasi Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, hingga Sibolga. Sedangkan di Aceh banjir membawa bukti yang lebih menyedihkan. Seekor Gajah Sumatera ditemukan mati tersungkur dengan kepala tertimbun material banjir di Desa Meunasah Lhok, sebuah indikasi tragis rusaknya habitat liar.

Menindaklanjuti temuan ini, Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni mengumumkan kolaborasi investigasi antara Kemenhut dan Polri, yang juga akan diintegrasikan dengan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PHK). Tujuannya jelas menemukan asal-usul kayu ilegal tersebut sesegera mungkin.

Kemenhut tidak main-main. Mereka mengerahkan teknologi canggih yang disebut sebagai "senjata rahasia" dalam investigasi kehutanan menyusuri sungai dengan drone kini dilakukan untuk memantau jalur Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dilewati material kayu.

"Dua, saat ini kami telah melakukan susur sungai melalui drone untuk memantau jalur DAS terdampak yang dilewati material kayu tersebut. Nanti bisa kalau dilihat gambarnya, kita coba susuri di mana terjadi longsor, di mana kemungkinan-kemungkinan kayu itu berasal, ini juga akan menjadi data pendukung awal untuk kemudian kita mencari di mana sebenarnya asal kayu tersebut," kata Raja Juli.

Penggunaan Aplikasi berbasis Android (AIKO) juga menjadi alat investigasi presisi untuk mengungkap jejak perlakuan manusia.

"Ketiga, kami juga menggunakan alat identifikasi kayu otomatis atau Aiko yang merupakan aplikasi berbasis Android sebagai alat investigasi dan pendekatan mengetahui jenis kayu, penampakan fisik kayu, hingga penampakan tanda-tanda bekas perlakuan manusia terhadap kayu. Sehingga ketahuan apakah ini ditebas atau didorong pakai buldoser dan lain sebagainya," sambungnya.

Kombinasi penyelidikan Bareskrim yang menyasar perusahaan dan pihak ilegal, dengan teknologi Kemenhut yang mampu melacak asal-usul dan cara pemotongan kayu, diharapkan dapat segera membongkar jaringan yang berada di balik jejak kelam kehancuran hutan Sumatera ini.

Editor : Mohamed Kosim

Artikel Terbaru
Jumat, 16 Okt 2026 18:07 WIB | Politik

Sarmuji Puji Petrokimia Gresik: Siap Cetak Sejarah Industri Hijau Lewat Proyek CCU

PT Petrokimia Gresik (Persero) berpotensi besar mencetak sejarah baru sebagai pionir penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) di ...
Rabu, 14 Okt 2026 07:33 WIB | Politik

Jatim Unggul di Berbagai Sektor, M. Arbayanto: Stabilitas Ekonomi dan Keamanan Patut Diapresiasi

Momentum Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur mendapatkan apresiasi dan catatan strategis dari kalangan legislatif. Anggota Fraksi Partai Demokrat ...
Senin, 12 Okt 2026 08:15 WIB | Politik

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Desak Pengendalian Polusi di Tengah Lonjakan ISPA 36,2 Persen

Lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Jawa Timur sepanjang 2026 menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah. Wakil Ketua DPRD Jatim dari ...
Rabu, 07 Okt 2026 09:50 WIB | Politik

Suli Daim Ingatkan Sekolah Negeri: Fokus Belajar, Jangan Bebani Wali Murid

Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Suli Daim, mengimbau pihak sekolah negeri agar tidak membebani wali murid dengan berbagai ...
Senin, 05 Okt 2026 07:52 WIB | Daerah

Sambut Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Gelar Khataman Al-Qur’an dan Santuni 81 Anak Yatim di Grahadi

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar khataman Al-Qur’an, doa bersama, dan santunan kepada 81 anak yatim serta yatim piatu di Gedung Negara G ...
Senin, 28 Sep 2026 22:52 WIB | Daerah

Soal Ekplorasi Sumur Minyak Bangkalan, Fraksi NasDem Jatim: Jangan Sampai Merusak Lingkungan!

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Jawa Timur, KH Nasih Aschol, memberikan pandangan strategis terkait rencana pengelolaan puluhan sumur minyak rakyat yang ...