x editorial.id skyscraper
x editorial.id skyscraper

Ditarik Pungutan, Siswa SMAN 1 Kampak Unjuk Rasa, Puguh: Sekolah Harusnya Tempat Membangun Trust

Avatar Budi Prasetyo

Pendidikan

Puluhan siswa SMAN 1 Kampak, Kabupaten Trenggalek, menggelar aksi unjuk rasa damai pada Selasa (26/8/2025).

Mereka memprotes adanya pungutan yang dinilai memberatkan, mulai dari iuran Rp65 ribu setiap bulan, tambahan Rp500 ribu setiap tiga tahun, hingga kewajiban bersedekah saat pengambilan rapor.

Bagi sebagian siswa, khususnya yang berasal dari keluarga tidak mampu, beban ini dirasa sangat berat. Mereka menilai kebijakan sekolah tidak transparan, bahkan cenderung memberatkan pihak yang seharusnya mendapatkan keringanan.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menyayangkan terjadinya aksi unjuk rasa tersebut. Menurutnya, sekolah semestinya menjadi ruang yang membangun kepercayaan (trust) antara guru, siswa, dan orang tua, bukan justru menimbulkan ketidakpercayaan akibat pungutan yang tidak jelas dasar dan peruntukannya.

“Sekolah itu pabrikasi pembentukan karakter anak bangsa, selain meningkatkan intelektual siswa. Kalau justru ada kebijakan pungutan yang tidak dikomunikasikan dengan baik, ini bisa memicu hilangnya kepercayaan publik kepada sekolah,” tegas Puguh, yang juga Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim.

Ia juga menyoroti adanya isu pungutan yang dipukul rata tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi siswa. Padahal, banyak siswa penerima KIP atau PIP yang jelas-jelas berasal dari keluarga kurang mampu.

“Yang namanya sumbangan itu tidak boleh disamaratakan. Harus berdasarkan kemampuan ekonomi keluarga. Kalau siswa miskin ikut dipukul rata, jelas ini tidak adil,” lanjutnya.

Lebih jauh, Puguh meminta Dinas Pendidikan Jawa Timur dan Pemprov Jatim segera mengambil langkah serius menindaklanjuti persoalan ini. Menurutnya, fenomena pungutan sekolah bukan hanya terjadi di SMAN 1 Kampak, tapi sudah seperti fenomena gunung es di berbagai daerah.

“Kalau dibiarkan, ini akan jadi preseden buruk bagi dunia pendidikan kita. Harus ada ketegasan agar sekolah tidak menarik pungutan yang justru menambah beban masyarakat,” tegasnya.

Editor : Budi Prasetyo

Artikel Terbaru
Jumat, 16 Okt 2026 18:07 WIB | Politik

Sarmuji Puji Petrokimia Gresik: Siap Cetak Sejarah Industri Hijau Lewat Proyek CCU

PT Petrokimia Gresik (Persero) berpotensi besar mencetak sejarah baru sebagai pionir penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) di ...
Rabu, 14 Okt 2026 07:33 WIB | Politik

Jatim Unggul di Berbagai Sektor, M. Arbayanto: Stabilitas Ekonomi dan Keamanan Patut Diapresiasi

Momentum Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur mendapatkan apresiasi dan catatan strategis dari kalangan legislatif. Anggota Fraksi Partai Demokrat ...
Senin, 12 Okt 2026 08:15 WIB | Politik

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Desak Pengendalian Polusi di Tengah Lonjakan ISPA 36,2 Persen

Lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Jawa Timur sepanjang 2026 menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah. Wakil Ketua DPRD Jatim dari ...
Rabu, 07 Okt 2026 09:50 WIB | Politik

Suli Daim Ingatkan Sekolah Negeri: Fokus Belajar, Jangan Bebani Wali Murid

Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Suli Daim, mengimbau pihak sekolah negeri agar tidak membebani wali murid dengan berbagai ...
Senin, 05 Okt 2026 07:52 WIB | Daerah

Sambut Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Gelar Khataman Al-Qur’an dan Santuni 81 Anak Yatim di Grahadi

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar khataman Al-Qur’an, doa bersama, dan santunan kepada 81 anak yatim serta yatim piatu di Gedung Negara G ...
Senin, 28 Sep 2026 22:52 WIB | Daerah

Soal Ekplorasi Sumur Minyak Bangkalan, Fraksi NasDem Jatim: Jangan Sampai Merusak Lingkungan!

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Jawa Timur, KH Nasih Aschol, memberikan pandangan strategis terkait rencana pengelolaan puluhan sumur minyak rakyat yang ...