Lomba Rakyat Demokrat Kabupaten Probolinggo Semarak, Ratusan Warga Kompak Sampaikan Terima Kasih kepada SBY-AHY
Suasana meriah mewarnai Lomba Rakyat yang digelar DPC Partai Demokrat Kabupaten Probolinggo dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Kegiatan yang diikuti ratusan warga tersebut berlangsung penuh keakraban, kegembiraan, dan semangat kebersamaan.
Beragam perlombaan khas peringatan kemerdekaan digelar, mulai dari tarik tambang, balap kelereng, balap karung, makan kerupuk, hingga memasukkan paku ke dalam botol.
Kemeriahan semakin terasa dengan total hadiah senilai Rp 20 juta yang disiapkan panitia. Hadiah tersebut diberikan dalam bentuk uang tunai, batik khusus, serta berbagai barang elektronik seperti kulkas, blender, dan kipas angin.
Lomba Rakyat tersebut merupakan bagian dari kegiatan yang digelar secara serentak oleh Partai Demokrat di seluruh Jawa Timur, bahkan di berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini menjadi HUT Kemerdekaan RI ke-81 sekaligus momentum untuk semakin mendekatkan kader dan partai dengan masyarakat.
“Lomba rakyat ini digelar serentak se-Jawa Timur, bahkan se-Indonesia. Semoga kegiatan ini nantinya bisa mendapatkan rekor MURI,” ujar Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Probolinggo, dr Agung Mulyono.
Di tengah kemeriahan lomba, ratusan warga secara kompak menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para tokoh Partai Demokrat, yakni Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, serta Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Probolinggo dr Agung Mulyono.
“Terima kasih Pak SBY, terima kasih Pak AHY, terima kasih Pak Emil dan terima kasih Dokter Agung,” seru ratusan warga secara bersama-sama.
Bendahara DPD Demokrat Jatim itu mengatakan, Lomba Rakyat tersebut tidak sekadar menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, sekaligus mendekatkan Partai Demokrat dengan rakyat.
“Ini adalah bentuk apresiasi dan terima kasih kepada Pak SBY yang sudah membesarkan Partai Demokrat. Beliau juga sudah menorehkan perjuangan di negeri ini selama 10 tahun dengan berbagai capaian, termasuk dalam bidang ekonomi,” kata dr Agung.
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jawa Timur tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang dinilainya terus bekerja keras membesarkan partai, memberikan solusi bagi masyarakat, serta menjaga soliditas Partai Demokrat.
“Mas AHY juga terus bekerja keras dan memberikan solusi bagi rakyat. Kami di daerah akan terus mengikuti arahan Ketua Umum AHY, termasuk untuk menghadirkan kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat seperti Lomba Rakyat ini,” ujarnya.
Menurut dokter Agung, arahan AHY untuk menggelar Lomba Rakyat secara serentak merupakan bentuk nyata komitmen Partai Demokrat agar seluruh kader hadir bersama masyarakat.
Ia menegaskan, kader Demokrat harus mampu memberikan solusi dan manfaat nyata bagi rakyat.
“Kader Demokrat harus hadir dan memberikan solusi kepada rakyat. Jangan hanya berbicara, tetapi harus mampu menunjukkan keberpihakan melalui tindakan nyata,” tegasnya.
Dokter Agung juga mengajak seluruh kader dan simpatisan Partai Demokrat untuk bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang berpotensi menimbulkan perpecahan.
“Kita harus bijak dalam bermedia sosial. Jangan sampai salah jalan. Mari kita gunakan media sosial untuk hal-hal yang positif, menjaga persatuan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Anggota DPRD Jawa Timur tiga periode itu menilai semangat kebersamaan yang terlihat dalam Lomba Rakyat menjadi bukti bahwa peringatan kemerdekaan dapat dirayakan secara sederhana, namun tetap bermakna.
“Karena hari ini kita mengadakan lomba, masyarakat hadir dan ikut memeriahkan. Ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan kegembiraan masih sangat kuat di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Dokter Agung berharap pelaksanaan Lomba Rakyat yang digelar serentak di Jawa Timur bahkan di berbagai daerah di Indonesia tersebut dapat tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI).
Editor : Redaksi