x editorial.id skyscraper
x editorial.id skyscraper

Siswa Tunjukkan Gestur Tak Pantas ke Guru, Rasiyo: Alarm Kuat Lemahnya Pendidikan Etika

Avatar Redaksi

Daerah

Aksi tak terpuji seorang siswa di SMAN 1 Purwakarta yang mengacungkan jari tengah kepada gurunya memantik perhatian publik. Peristiwa ini dinilai bukan sekadar pelanggaran disiplin, tetapi menjadi sinyal serius tentang rapuhnya pendidikan etika di kalangan pelajar.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo, menegaskan bahwa pembentukan karakter anak tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada sekolah.

“Etika itu memang bagian dari tanggung jawab sekolah, terutama guru. Tapi jangan dilupakan, pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, melainkan juga pembentukan perilaku,” ujar Rasiyo, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, pembinaan karakter harus dilakukan sejak dini dan tidak boleh menunggu hingga anak melakukan tindakan yang menyimpang. Ia menyoroti pentingnya peran guru Bimbingan dan Penyuluhan (BP) yang kerap kali belum optimal di sejumlah sekolah.

“Sering kali justru fungsi guru BP ini yang tidak maksimal, padahal mereka menjadi garda depan dalam pembinaan karakter siswa,” ungkapnya.

Rasiyo juga mengaitkan degradasi etika pelajar dengan derasnya pengaruh teknologi, khususnya penggunaan gadget yang sulit dikontrol. Meski sudah ada pembatasan dari pemerintah, celah penggunaan masih terbuka, terutama melalui perangkat milik orang tua.

“Anak bisa saja meminjam ponsel orang tua. Di sini peran keluarga menjadi sangat penting. Orang tua tidak boleh lepas tangan,” tegas politisi Partai Demokrat tersebut.

Ia mengingatkan bahwa waktu anak di sekolah hanya sekitar tujuh hingga delapan jam per hari. Selebihnya, lingkungan keluarga memiliki peran dominan dalam membentuk kepribadian anak.

“Perhatian sederhana seperti menanyakan aktivitas anak, itu bagian dari kontrol orang tua. Jangan sampai anak dibiarkan tanpa pengawasan, apalagi di tengah pergaulan yang semakin bebas,” katanya.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Jatim itu menekankan, fondasi utama pendidikan saat ini seharusnya kembali pada penguatan akhlak, keimanan, dan ketakwaan. Ia bahkan menilai porsi pelajaran agama di sekolah yang hanya dua jam per minggu masih jauh dari cukup.

“Anak boleh saja pintar secara akademik, tapi kalau akhlaknya buruk, itu tidak ada artinya. Justru yang utama adalah karakter yang baik,” jelasnya.

Sebagai solusi, Rasiyo mendorong adanya penambahan jam pelajaran agama, termasuk penguatan materi seperti hafalan Juz 30 beserta pemahamannya. Ia juga membuka peluang adanya mata pelajaran khusus yang berfokus pada pendidikan akhlak.

“Kalau perlu ada tambahan mata pelajaran khusus akhlak, itu bisa jadi opsi. Semua tergantung kebijakan sekolah,” imbuhnya.

Di akhir pernyataannya, Rasiyo menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi bahan evaluasi bersama. Ia menilai, perilaku menyimpang siswa tidak lepas dari lemahnya pengawasan lintas lingkungan.

“Kalau kejadian seperti ini muncul, berarti ada yang kurang dalam pengawasan. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya sekolah,” pungkasnya.

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Rabu, 22 Apr 2026 15:55 WIB | Ekonomi

Langkah Strategis BRI Kusuma Bangsa Gandeng Pecinta Sepak Bola di Surabaya

SURABAYA, Editorial.ID - Kabar gembira bagi para Cules di Kota Pahlawan. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Surabaya Kusuma Bangsa resmi menggulirkan ...
Minggu, 19 Apr 2026 18:00 WIB | Politik

Dokter Agung Apresiasi Penghargaan untuk AHY di HPN 2026: Bukti Kepemimpinan Inspiratif

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Timur, Agung Mulyono, memberikan tanggapan atas penghargaan yang diterima Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti ...
Minggu, 19 Apr 2026 03:07 WIB | Politik

DPP Tentukan Jadwal, Emil Dardak: Musda Demokrat Jatim Sangat Mungkin Digelar Tahun Ini

Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, memastikan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Demokrat Jatim tinggal menunggu keputusan dari ...
Jumat, 17 Apr 2026 20:51 WIB | Politik

DPD Demokrat Jatim Halal Bihalal, Emil Dardak Tekankan Soliditas Hadapi Dinamika Politik

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur menggelar halal bihalal di Hotel Morazen Surabaya, Jumat, 17 April 2026. Kegiatan ini menjadi ajang ...
Kamis, 16 Apr 2026 08:27 WIB | Politik

Kader NasDem Jatim Suwandy Firdaus Protes Keras Tempo, Akan Aksi Lanjutan Jika Tak Minta Maaf

Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai NasDem, Suwandy Firdaus, melayangkan protes keras terhadap pemberitaan Majalah Tempo yang dinilai tidak berimbang ...
Kamis, 09 Apr 2026 22:48 WIB | Daerah

Tinjau Langsung di Sumenep, Kementan Pastikan Kesiapan Benih Kelapa 2026

 Ketua Kelompok Substansi Benih Kelapa Sawit dan Aneka Palma Direktorat Perbenihan Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Ratna ...