x editorial.id skyscraper
x editorial.id skyscraper

Bukan Khittah, Tapi Jatah: PBNU Terbelah Dua Karena Skema Tambang dan Warisan Era Politik

Avatar Mohamed Kosim

Politik

Di tengah hiruk-pikuk pencabutan status Ketua Umum KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU), justru dibedah tuntas. Dalam sebuah analisis pedas yang dimuat rmol.id, Erizal, Direktur ABC Riset & Consulting, membongkar bahwa krisis kepemimpinan ini sejatinya adalah duel kekuasaan antara Gus Yahya dan Sekjen Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Analisis ini menyimpulkan bahwa perseteruan ini lebih didominasi oleh isu tata kelola keuangan dan konsesi tambang, bukan semata masalah moral atau kepemimpinan.

Analisis Erizal mengutip petinggi PBNU, Ulil Abshar Abdalla, yang menyatakan bahwa alih-alih menyelesaikan masalah secara bermartabat, Syuriyah (lembaga tertinggi NU) justru bertindak di luar koridor. Ulil mempertanyakan mengapa masalah ini tiba-tiba sampai pada pemecatan tanpa klarifikasi.

"Syuriah dinilai sudah zalim bila melakukan hal itu, karena memang berada di luar kewenangannya," ujar ulil dikutip dari keterangan Erizal.

"Lembaga Syuriah dalam pandangan Ulil hanya mendengarkan satu pihak saja dari Sekjen, sementara dari Ketum tak didengarkan, bahkan untuk klarifikasi pun tak diberikan kesempatan. Lembaga tertinggi seperti Syuriyah seharusnya tak melakukan hal itu, menurut Ulil. Harusnya dilakukan tabayun,” tambanhnya.

Faktor utama yang menggerus idealisme organisasi, menurut Ulil yang dikutip Erizal, adalah isu material.

"Agaknya masalah hubungan dengan jaringan Zionis Internasional hanyalah masalah pembuka saja. Masalah utamanya adalah masalah tata kelola keuangan. Masalah tambang juga bagiannya, kini muncul lagi soal dana 100 miliar hasil korupsi," tegas ulil dalam keterangan Erizal.

Perseteruan ini juga memiliki akar politik yang dalam, di mana NU menjadi arena pertarungan kepentingan pusat, Gus Yahya dianggap mewakili kepentingan era Jokowi (Pihak ketiga era Jokowi tidak bisa dipertahankan karena posisi politik) sedangkan Gus Ipul dianggap mewakili kepentingan era Prabowo (Gus Ipul dianggap sudah datang dengan pihak ketiga yang baru dan harus dialah yang mengelola).

"...soal tambang yang membuat NU dilematis. Kalau ditolak bisa dianggap NU melawan pemerintah, tapi kalau diterima bisa membuat NU berpecah," tambahnya.

Saking peliknya, Ulil mengisyaratkan solusi ironis, Ulil setuju saja kalau konsesi tambang jatah NU itu dikembalikan saja kepada pemerintah, kalau itu akan membuat PBNU berpecah.

Konflik ini terbukti tidak mereda. Setelah Syuriyah menetapkan status Gus Yahya dicabut, Gus Yahya membalas dengan memecat Gus Ipul dari Sekjen dan beberapa orang penting lain dengan alasan penyegaran.

Inilah ironi terkelam organisasi yang seharusnya menjadi benteng umat, kini harus memilih antara kepentingan politik nasional atau kehormatan Khittah, yang sayangnya, terancam oleh jatah tambang.

Editor : Mohamed Kosim

Artikel Terbaru
Jumat, 16 Okt 2026 18:07 WIB | Politik

Sarmuji Puji Petrokimia Gresik: Siap Cetak Sejarah Industri Hijau Lewat Proyek CCU

PT Petrokimia Gresik (Persero) berpotensi besar mencetak sejarah baru sebagai pionir penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) di ...
Rabu, 14 Okt 2026 07:33 WIB | Politik

Jatim Unggul di Berbagai Sektor, M. Arbayanto: Stabilitas Ekonomi dan Keamanan Patut Diapresiasi

Momentum Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur mendapatkan apresiasi dan catatan strategis dari kalangan legislatif. Anggota Fraksi Partai Demokrat ...
Senin, 12 Okt 2026 08:15 WIB | Politik

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Desak Pengendalian Polusi di Tengah Lonjakan ISPA 36,2 Persen

Lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Jawa Timur sepanjang 2026 menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah. Wakil Ketua DPRD Jatim dari ...
Rabu, 07 Okt 2026 09:50 WIB | Politik

Suli Daim Ingatkan Sekolah Negeri: Fokus Belajar, Jangan Bebani Wali Murid

Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Suli Daim, mengimbau pihak sekolah negeri agar tidak membebani wali murid dengan berbagai ...
Senin, 05 Okt 2026 07:52 WIB | Daerah

Sambut Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Gelar Khataman Al-Qur’an dan Santuni 81 Anak Yatim di Grahadi

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar khataman Al-Qur’an, doa bersama, dan santunan kepada 81 anak yatim serta yatim piatu di Gedung Negara G ...
Senin, 28 Sep 2026 22:52 WIB | Daerah

Soal Ekplorasi Sumur Minyak Bangkalan, Fraksi NasDem Jatim: Jangan Sampai Merusak Lingkungan!

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Jawa Timur, KH Nasih Aschol, memberikan pandangan strategis terkait rencana pengelolaan puluhan sumur minyak rakyat yang ...