x editorial.id skyscraper
x editorial.id skyscraper

Ambil Kendali Penuh, Rais Aam PBNU Pastikan Status Gus Yahya Sebagai Ketua Umum Berakhir

Avatar M. Kosim

Politik

Editorial.ID - Ketegangan di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mencapai puncaknya pada hari Sabtu, 29 November 2025. Di tengah pusaran polemik mengenai status Ketua Umum PBNU, KH. Miftachul Akhyar selaku Rais Aam PBNU menggelar konferensi pers di Kantor PWNU Jawa Timur, Surabaya, tepat pukul 17.53 WIB.

Momen tersebut diselimuti suasana serius, mengingat keputusan yang diumumkan adalah penegasan krisis kepemimpinan. Rais Aam didampingi oleh tokoh terkemuka, Prof. Dr. Muhammad Nuh, untuk menyampaikan Keterangan Pers resmi Syuriyah yang berujung pada keputusan mengenai status KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).

Poin kunci dalam keterangan pers tersebut adalah penegasan Rais Aam terhadap hasil Keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU. Rais Aam menyatakan bahwa setelah menyelesaikan rangkaian silaturahim dan sosialisasi, seluruh Pengurus Wilayah NU (PWNU) yang hadir telah memahami dan memberikan dukungan sepenuhnya untuk menindaklanjuti keputusan tersebut.

Secara spesifik, Keterangan Pers tersebut menyatakan Pemberhentian Status Terhitung mulai tanggal 26 November 2025 pukul 00.45 WIB, KH. Yahya Cholil Staquf tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU dan Pengalihan Kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sepenuhnya berada di tangan Rais Aam. Gus Yahya juga dinyatakan tidak lagi berhak menggunakan atribut dan memiliki wewenang sebagai Ketua Umum PBNU.

Latar belakang dan dasar pertimbangan keputusan tersebut disebut benar-benar sesuai dengan fakta dan kondisi sebenarnya, serta tidak terdapat motif lain selain daripada yang tercantum di dalam Risalah Rapat.

Untuk menjamin berjalannya roda organisasi secara normal, Rais Aam mengumumkan langkah-langkah. Pertama, Rapat Pleno dan Muktamar akan dilaksanakan dalam waktu segera. Kedua, Pembentukan Tim Pencari Fakta untuk menanggapi dinamika informasi di masyarakat, Rais Aam membentuk Tim Pencari Fakta yang bertugas melakukan investigasi secara utuh dan mendalam terhadap informasi yang berkembang. KH. Anwar Iskandar dan KH. Afifuddin Muhajir ditunjuk menjadi Pengarah dalam Tim Pencari Fakta dimaksud. Ketiga, pelaksanaan Normal Implementasi Digdaya Persuratan Tingkat PWNU dan PCNU dipastikan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Di akhir keterangan pers yang ditandatangani Rais Aam di Surabaya, beliau menyerukan ajakan moral bagi seluruh pihak.

"Bahwa sesuai dengan nilai-nilai Khittah Nahdlatul Ulama, menjadi sangat penting bagi semua pihak untuk mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi, serta meluhurkan kemuliaan moral (al-akhlaq al-karimah), dan menjunjung tinggi kejujuran (ash-shidqu) dalam berfikir, bersikap dan bertindak," bunyi pernyataan tersebut.

Rais Aam menutup dengan mengajak seluruh warga NU untuk bermunajat agar diberikan jalan keluar yang terbaik dan paling maslahat bagi organisasi. Keputusan ini menambah tensi polemik yang telah berlangsung beberapa waktu, menempatkan kendali organisasi sepenuhnya di tangan Rais Aam sembari menunggu pelaksanaan Muktamar.

Editor : M. Kosim

Artikel Terbaru
Minggu, 18 Jan 2026 05:49 WIB | Daerah

Khofifah, Menag Nasaruddin Umar, dan Men PPA Arifah Bersama Ribuan Muslimat NU Semarakkan Isra Mikraj di Istiqlal

Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Agama RI Prof. K.H. Nasaruddin Umar serta Menteri PPA Arifah Choiri ...
Selasa, 13 Jan 2026 18:49 WIB | Pendidikan

Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara, AHY Dorong Mental Tangguh Taruna-Taruni

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan SMA Taruna Nusantara (TN) Kampus Malang, Selasa (13/1/2026). Sekolah unggulan ini berlokasi di Desa ...
Kamis, 08 Jan 2026 15:18 WIB | Ekonomi

Atas Peran Dorong Swasembada Pangan 2025, Khofifah Terima Satyalancana Wira Karya

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawamsa menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Swasembada Pangan 2025 dari Presiden RI Prabowo ...
Kamis, 08 Jan 2026 04:31 WIB | Politik

Musyafak Tegaskan PKB Surabaya Solid Dukung Pilkada Lewat DPRD

Wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD kembali mencuat ke ruang publik. Salah satu alasan yang menguat adalah mahalnya biaya pilkada langsung ...
Selasa, 06 Jan 2026 19:24 WIB | Daerah

Khofifah Terima Penghargaan atas Layanan Inklusif Ketunarunguan

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menerima Piagam Penghargaan dari Hearing Aid East Java sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif serta dukungan berkelanjutan ...
Sabtu, 27 Des 2025 07:31 WIB | Politik

Kader Demokrat Jatim Diminta Sampaikan Kinerja AHY dan Emil Dardak ke Masyarakat

– Kader Partai Demokrat Jawa Timur diminta tidak hanya bekerja, tetapi juga memastikan kerja-kerja partai diketahui publik. Terutama kinerja Agus Harimurti Y ...