x editorial.id skyscraper
x editorial.id skyscraper

DPRD Jatim: Kenaikan Gaji ASN Harus Selektif, Jangan Merata

Avatar Budi Prasetyo

Politik

Rencana pemerintah pusat menaikkan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun 2025 menuai perhatian dari Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Iwan Zunaih.

Menurutnya, kebijakan tersebut memang layak diapresiasi, namun harus dilakukan secara selektif agar tidak menimbulkan ketidakadilan di tengah masyarakat yang masih menghadapi tekanan ekonomi.

Anggota Fraksi Nasdem DPRD Jatim itu menegaskan, kenaikan gaji ASN sebaiknya tidak diberikan merata kepada seluruh golongan. Ia berpendapat, ASN yang sudah berada pada jenjang tinggi dengan berbagai tunjangan dan fasilitas tidak lagi mendesak untuk mendapat tambahan penghasilan.

“Kalau pun ada kenaikan gaji atau tunjangan ASN, tolong dibatasi hanya pada golongan tertentu. Kalau golongannya sudah tinggi dengan tunjangan macam-macam, buat apa lagi mereka? Mereka sudah sejahtera,” tegas Iwan, Senin (22/9/2025).

Anggota DPRD Jatim Dapil Gresik-Lamongan ini juga menekankan pentingnya empati pemerintah terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Menurutnya, kebijakan menaikkan gaji ASN secara menyeluruh justru bisa memunculkan kesan tidak etis, mengingat banyak rakyat kecil yang masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar.

“Kita harus berempati. Kalau semuanya dinaikkan, itu kurang elok. Lebih tepat jika fokus pada ASN golongan rendah yang memang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, pemerintah pusat telah menetapkan arah kebijakan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah.

Dalam aturan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyetujui kenaikan gaji ASN, TNI, Polri, hingga pejabat negara, dengan fokus pada guru, tenaga kesehatan, penyuluh, dan aparat keamanan sebagai prioritas.

Berdasarkan bocoran data, kenaikan gaji ASN akan berkisar antara 8 hingga 12 persen tergantung golongan. ASN golongan I dan II diperkirakan mendapat kenaikan sekitar 8 persen, golongan III sekitar 10 persen, sementara golongan IV yang berada di jenjang tertinggi mendapat kenaikan 12 persen. Kebijakan ini disusun dengan harapan dapat meningkatkan motivasi kinerja aparatur pemerintahan.

Saat ini, gaji pokok ASN masih mengacu pada PP Nomor 5 Tahun 2024, di mana golongan I menerima gaji pokok mulai Rp1,6 juta hingga Rp2,9 juta, sedangkan golongan IV bisa mencapai Rp6,3 juta. Dengan adanya kenaikan, penghasilan ASN diharapkan lebih kompetitif, meski bagi ASN dengan golongan tinggi tambahan ini relatif tidak sebesar dampaknya bagi ASN golongan rendah.

Melihat komposisi kebijakan tersebut, Iwan menilai pemerintah perlu memastikan agar kenaikan benar-benar menyasar kelompok ASN yang masih berpenghasilan terbatas.

“Kenaikan gaji ASN boleh saja, tapi selektif. Fokus pada golongan yang benar-benar membutuhkan. Dengan begitu, keadilan ekonomi bisa lebih tercapai dan masyarakat tidak merasa dianaktirikan,” pungkasnya.

Editor : Budi Prasetyo

Artikel Terbaru
Selasa, 11 Agu 2026 15:54 WIB | Politik

DPRD Jatim Cari Solusi Nasib PPPK, Dorong Pemprov Kreatif dan Jangan Tergantung Pusat

Komisi A DPRD Jawa Timur mendesak kreativitas dan terobosan dari kepala daerah dalam mencari solusi atas ketidakpastian kebijakan Pegawai Pemerintah dengan ...
Selasa, 11 Agu 2026 12:15 WIB | Politik

Kekeringan Berulang di Madura, DPRD Jatim Dorong Sumur Bor untuk Selamatkan Petani

Kekeringan yang berulang setiap musim kemarau di Madura dinilai tidak boleh lagi hanya ditangani ketika krisis air sudah terjadi. Pemerintah Provinsi Jawa ...
Selasa, 04 Agu 2026 08:15 WIB | Politik

Fraksi PDIP DPRD Jatim Minta Semua Kapal Dicek Sebelum Berlayar Usai Tragedi KMP Mutiara Sentosa 2

Musibah kebakaran Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep, Madura yang merenggut lima korban jiwa mendapat perhatian Anggota DPRD ...
Senin, 03 Agu 2026 09:52 WIB | Daerah

JAWARA Tembakau 2026 Cetak Agropreneur Muda, Jaga Varietas Lokal Jatim

Regenerasi petani menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keberlanjutan sektor pertembakauan di Jawa Timur. Di tengah tuntutan peningkatan produktivitas, efi ...
Rabu, 29 Jul 2026 10:28 WIB | Politik

Reses Sriatun Andalkan Barcode, Serap Aspirasi Warga Sidoarjo Lebih Cepat dan Tepat Sasaran

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, dr Sriatun, menghadirkan cara baru dalam menjaring aspirasi masyarakat saat menggelar reses di daerah pemilihannya, Kabupaten ...
Selasa, 28 Jul 2026 10:59 WIB | Daerah

Jatim Sumbang 52,10 Persen Produksi Tembakau Nasional

Jawa Timur memiliki kekayaan varietas tembakau yang beragam. Setidaknya terdapat lima jenis tembakau yang dikembangkan dan memiliki karakteristik serta pangsa p ...