x editorial.id skyscraper
x editorial.id skyscraper

Fraksi Nasdem Minta Khofifah-Emil Tuntaskan Pekerjaan yang Belum Selesai dalam Program 100 Hari Kinerja

Avatar Budi Prasetyo

Politik

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Jawa Timur, Nasih Aschal, memberikan pandangannya terkait dengan 10 program kerja 100 hari pertama pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2025-2030 Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak.

Menurut Ra Nasih, program kerja yang telah direncanakan harus segera diterjemahkan dalam bentuk langkah konkret dan terukur, bukan hanya sekadar wacana.

“Tidak hanya selesai dalam retorika kata, tapi bisa segera merumuskan secara konkrit dalam rencana kerja ke depan,” ujarnya pada Sabtu (1/3/2025).

Anggota DPRD Jatim dari Dapil Madura itu  menekankan pentingnya implementasi yang jelas dalam periode 100 hari pertama kepemimpinan Khofifah-Emil, agar masyarakat bisa merasakan dampaknya secara langsung.

Nasih juga menyatakan keyakinannya bahwa Khofifah-Emil mampu menyelesaikan pekerjaan yang belum terselesaikan sebelumnya, meski berbagai tantangan dan dinamika persoalan mungkin akan terus ada.

"Kita optimis bahwa Jawa Timur di dalam kepemimpinan Khofifah-Emil dapat menuntaskan pekerjaan yang belum terselesaikan," lanjut Nasih.

Salah satu persoalan utama yang disoroti Nasih adalah efisiensi anggaran. Meski demikian, Nasih meyakini bahwa dengan kolaborasi yang baik, pasangan Khofifah-Emil akan mampu mengatasi masalah tersebut dan memaksimalkan kinerjanya untuk meningkatkan pendapatan daerah.

"Telepas dari banyak sekali dinamika persoalan seperti efisiensi anggaran, tetapi kita yakin bahwa Khofifah bisa berkolaborasi. Kedepan, kita harapkan dapat meningkatkan kinerja untuk memperbaiki berbagai sektor, khususnya yang dapat meningkatkan pendapatan daerah," lanjutnya.

Lora Nasih juga menyoroti beberapa isu yang menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi pemerintahan Khofifah-Emil, terutama dalam penanggulangan kemiskinan yang masih tinggi, khususnya di wilayah Madura dan kepulauan.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur per Maret 2024, menunjukan, persentase penduduk miskin empat kabupaten di Pulau Madura tergolong tinggi, yaitu Bangkalan sebesar 18,66%, Sampang (20,83%), Pamekasan (13,41%) dan Sumenep (17,78%).

"Capaian yang baik tentu harus diukur dengan keberhasilan nyata, dan banyak hal yang perlu dioptimalkan, seperti kemiskinan di Madura yang masih sangat tinggi. Ini tentunya menjadi PR yang harus diselesaikan dengan segera," tambah Nasih.

Melalui pandangannya ini, Nasih berharap pemerintahan Khofifah-Emil bisa segera melaksanakan program-programnya dengan efektif dan efisien, memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Jawa Timur.

 Ia juga berharap agar pemerintahan yang baru ini dapat memperkuat kolaborasi antar pihak untuk mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata di seluruh provinsi.

Seperti diketahui, dalam penyampaian visi misi dan program, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga mengungkapkan 9 program prioitas (Quickwin) yang dilaksanakan selama 100 hari atau 3 bulan ke depan guna mewujudkan cita cita Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara yang akan dibreakdown dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Timur 2025-2030.

Dalam paparannya, Khofifah-Emil juga menyampaikan keberhasilannya dalam memimpin Jatim pad periode pertama.

Hal itu tampak dari keberhasilan Khofifah dalam membangkitkan ekonomi Jatim yang terpuruk  pasca pandemic covid-19, menurunkan kemiskinan ekstrem di Jawa Timur yang mulanya berada diatas rata-rata kemiskinan ekstrem nasional dengan angka 4,4 persen di tahun 2020, kemudian menurun sangat signifikan menjadi 0,66 persen di awal tahun 2024. 

Demikian pula dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Di tahun 2019 IPM Jawa Timur berada di angka 71,50 dan berada dibawah rata-rata nasional. Dan di tahun 2024, IPM Jawa Timur berada di angka 75,35 dan berada diatas rata- rata nasional.[R]

 

 

Editor : Budi Prasetyo

Artikel Terbaru
Jumat, 16 Okt 2026 18:07 WIB | Politik

Sarmuji Puji Petrokimia Gresik: Siap Cetak Sejarah Industri Hijau Lewat Proyek CCU

PT Petrokimia Gresik (Persero) berpotensi besar mencetak sejarah baru sebagai pionir penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) di ...
Rabu, 14 Okt 2026 07:33 WIB | Politik

Jatim Unggul di Berbagai Sektor, M. Arbayanto: Stabilitas Ekonomi dan Keamanan Patut Diapresiasi

Momentum Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur mendapatkan apresiasi dan catatan strategis dari kalangan legislatif. Anggota Fraksi Partai Demokrat ...
Senin, 12 Okt 2026 08:15 WIB | Politik

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Desak Pengendalian Polusi di Tengah Lonjakan ISPA 36,2 Persen

Lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Jawa Timur sepanjang 2026 menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah. Wakil Ketua DPRD Jatim dari ...
Rabu, 07 Okt 2026 09:50 WIB | Politik

Suli Daim Ingatkan Sekolah Negeri: Fokus Belajar, Jangan Bebani Wali Murid

Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Suli Daim, mengimbau pihak sekolah negeri agar tidak membebani wali murid dengan berbagai ...
Senin, 05 Okt 2026 07:52 WIB | Daerah

Sambut Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Gelar Khataman Al-Qur’an dan Santuni 81 Anak Yatim di Grahadi

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar khataman Al-Qur’an, doa bersama, dan santunan kepada 81 anak yatim serta yatim piatu di Gedung Negara G ...
Senin, 28 Sep 2026 22:52 WIB | Daerah

Soal Ekplorasi Sumur Minyak Bangkalan, Fraksi NasDem Jatim: Jangan Sampai Merusak Lingkungan!

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Jawa Timur, KH Nasih Aschol, memberikan pandangan strategis terkait rencana pengelolaan puluhan sumur minyak rakyat yang ...