x editorial.id skyscraper
x editorial.id skyscraper

Gubernur Khofifah Dinobatkan Tokoh Peduli Masjid

Avatar editorial.id

Daerah

SURABAYA, Editorial.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dinobatkan sebagai Tokoh Peduli Masjid oleh Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI).

Penobatan ditandai dengan pemberian penghargaan yang diserahkan oleh Ketua PP DMI, HM Jusuf Kalla kepada Gubernur Khofifah pada acara Penganugerahan Masjid Award II DMI Jawa Timur di Auditorium Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Kampus B Surabaya, pada Selasa (14/11) malam.

Selama memimpin Jatim, Gubernur Khofifah dinilai sebagai kepala daerah yang peduli terhadap masjid. Baik dalam pengelolaannya maupun dalam berbagai kegiatan di masjid.

Atas penghargaan, Gubernur Khofifah menyampaikan terimakasih dan apresiasinya. Ia menegaskan, penghargaan ini menjadi penyemangat dan penguat komitmennya untuk terus berupaya memakmurkan masjid sekaligus memakmurkan para jamaahnya.

"Alhamdulillah penghargaan ini kami dedikasikan kepada seluruh imam masjid di Jatim, termasuk para marbot dan seluruh pengelola masjid yang terus berupaya memakmurkan masjid, dan memakmurkan jamaahnya," katanya.

Khofifah mengatakan, Pemprov Jatim terus memberikan perhatian kepada para imam masjid. Salah satunya melalui pemberian program Uang Kehormatan Imam Masjid (UKIM) yang diberikan kepada imam-imam masjid di Jatim.

Selama hampir lima tahun kepemimpinannya, Gubernur Khofifah telah memberikan 53.799 tunjangan UKIM bagi para imam masjid. Dengan rincian Tahun 2019 sebanyak 11.049 orang, Tahun 2020 sebanyak 9.250 orang, Tahun 2021 sebanyak 9.350 orang, Tahun 2022 sebanyak 11.650 orang, dan Tahun 2023 sebanyak 12.500 orang.

"Uang tunjangan bagi imam masjid ini menjadi bentuk penghormatan kami bagi seluruh imam masjid di Jatim. Semoga tunjangan ini memberikan semangat bagi imam-imam masjid untuk terus memakmurkan masjid," katanya.

“Kepada para imam masjid, panjenengan sudah memuliakan dan memakmurkan masjid. Semoga Allah juga akan memakmurkan dan memuliakan panjenengan,” imbuhnya.

Khofifah berharap keberadaan masjid di Jatim tidak hanya sebagai tempat ibadah semata, melainkan juga sebagai majelis ilmu yang mampu mendorong pemberdayaan umat salah satunya di bidang ekonomi. Hal ini berseiring dengan visi misi DMI yakni memakmurkan dan dimakmurkan masjid.

“Bagaimana masjid ini juga bisa mendorong pemberdayaan ekonomi umat dan masyarakat di sekitarnya. Sekaligus juga sebagai pusat pendidikan umat," katanya.

Menurutnya, masjid saat ini bukan hanya menjadi pusat ibadah saja. Melainkan juga pendidikan dan pemberdayaan umat. Sehingga inovasi penyiapan dan penyediaan sarana prasarana yang memadai di masjid akan mendukung terwujudnya kelancaran kegiatan di masjid.

"Jika program serta kegiatan masjid dibuat dalam kemasan yang menarik, maka akan membuat orang semakin bersemangat datang ke masjid," katanya.

Selain itu, ia juga mendorong agar setiap masjid harus mulai bergerak melakukan inovasi dengan memanfaatkan teknologi dan media digital. Dengan harapan syiar dan dakwah masjid bisa lebih maksimal dan jangkauannya pun lebih luas.

"Salah satunya dengan mengembangkan transformasi digital. Karena sangat mungkin ke depan pelayanan masjid menggunakan digital Artificial Intelligence (AI),” katanya.

Terkait penghargaan Masjid Award ini, Gubernur Khofifah berharap akan menjadi referensi bersama terkait prototype masjid yang baik dan unggul. Baik pelayanannya maupun manajemennya.

“Prototype ini menjadi referensi bersama bahwa ada pengelolaan manajemen masjid yang lebih baik dan lebih maksimal. Ada yang merasa sudah baik, tapi ada yang lebih baik lagi. Ada yang merasa sudah maksimal, ternyata ada yang lebih maksimal lagi,” katanya.

“Untuk itu mari ber-fastabiqul khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan). Kalau ada yang lebih baik mari kita jadikan referensi bersama,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PP DMI Jusuf Kalla mengatakan bahwa masjid memiliki fungsi untuk memakmurkan jamaahnya. Untuk itu perlu dibangun suatu sistem dimana masjid menjadi tempat yang berimbas pada kesejahteraan masyarakat lewat ilmu dan keterampilan.

"Memakmurkan masjid gunanya agar masyarakat kita lebih maju dan mengerti agamanya. Masjid boleh bagus bangunannya, tapi alangkah lebih bagus jika ada banyak kegiatan di masjid, apalagi yang berkaitan dengan ilmu dan ekonomi," ujarnya. (ed)

Editor : Abdul Hady JM

Artikel Terbaru
Rabu, 07 Okt 2026 09:50 WIB | Politik

Suli Daim Ingatkan Sekolah Negeri: Fokus Belajar, Jangan Bebani Wali Murid

Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Suli Daim, mengimbau pihak sekolah negeri agar tidak membebani wali murid dengan berbagai ...
Senin, 05 Okt 2026 07:52 WIB | Daerah

Sambut Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Gelar Khataman Al-Qur’an dan Santuni 81 Anak Yatim di Grahadi

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar khataman Al-Qur’an, doa bersama, dan santunan kepada 81 anak yatim serta yatim piatu di Gedung Negara G ...
Senin, 28 Sep 2026 22:52 WIB | Daerah

Soal Ekplorasi Sumur Minyak Bangkalan, Fraksi NasDem Jatim: Jangan Sampai Merusak Lingkungan!

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Jawa Timur, KH Nasih Aschol, memberikan pandangan strategis terkait rencana pengelolaan puluhan sumur minyak rakyat yang ...
Minggu, 27 Sep 2026 13:13 WIB | Politik

HUT ke-25 Demokrat, Donor Darah Serentak Digelar di 38 DPC Jatim

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat, DPD Partai Demokrat Jawa Timur menggelar kegiatan donor darah di kantor DPD Demokrat ...
Sabtu, 26 Sep 2026 08:31 WIB | Politik

Legislator Jatim ajak semua pihak jaga keselamatan berkendara

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Cahyo Harjo Prakoso mengajak seluruh pihak meningkatkan kolaborasi dalam menjaga keselamatan dan ...
Kamis, 24 Sep 2026 07:42 WIB | Politik

Tindak Lanjuti Instruksi AHY, Dokter Agung Bawa Program LIKE ke Warga Banyuwangi

Komitmen hadir dan memberi solusi nyata bagi masyarakat terus ditunjukkan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Timur, dr. Agung Mulyono. Politisi senior ...