Wamenkes Resmikan Rumah Sakit Ibu dan Anak Buah Delima Sidoarjo, Dorong Jadi Peserta BPJS dan Tingkat Tipe D

Reporter : Redaksi
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, Jumat(24/1), meresmikan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Buah Delima di Sidoarjo.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, Kamis (24/1), meresmikan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Buah Delima di Sidoarjo. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan potong tumpeng yang disaksikan oleh seluruh pegawai rumah sakit serta ratusan bidan dari berbagai wilayah di Sidoarjo.

Baca Juga
Kota Surabaya Jadi Salah Satu Lokasi Uji Coba Integrasi Layanan Primer oleh Wamenkes RI

Kedatangan Wamenkes disambut meriah. Selain acara seremonial, Wamenkes berkesempatan meninjau langsung fasilitas rumah sakit, mulai dari ruang rawat, unit kebidanan, hingga ruang pelayanan kesehatan lainnya.

Kehadiran beliau menjadi momentum penting bagi RSIA Buah Delima untuk meningkatkan layanan, termasuk rencana menjadi rumah sakit tipe D sesuai standar nasional dan peserta BPJS.

Dalam sambutannya, Wamenkes menekankan dukungan pemerintah terhadap pelayanan bidan yang telah mengabdi lebih dari 26 tahun.

 “Kami datang untuk mendukung rumah sakit ini, termasuk jika ada kekurangan fasilitas atau perizinan, agar bisa melayani pasien BPJS selain pasien umum,” ujar dr. Benyamin.

Dia berharap agar pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Timur akan memastikan seluruh kebutuhan rumah sakit, baik fasilitas maupun prosedural, terpenuhi.

“Apa-apa yang kurang ya kami bisa bantu, karena dampaknya langsung terhadap angka kematian ibu yang masih tinggi di Indonesia, yaitu 189 per 100 ribu ibu. Target kita adalah menurunkannya ke 77 per 100 ribu,” tegasnya.

Selain angka kematian ibu, Wamenkes juga menyoroti angka kematian bayi yang masih tinggi, yaitu 12,2 per seribu kelahiran.

 “Tanpa peran bidan, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dan rumah sakit ibu dan anak, target ini sulit tercapai. Maka saya datang untuk mendukung RSIA Buah Delima,” tambahnya.

Pria kelahiran Malang itu mengatakan, tenaga medis di RSIA Buah Delima sudah memadai, terutama bidan senior yang menjadi tulang punggung pelayanan.

Ia mencontohkan Ketua Ikatan Bidan Sidoarjo Sri Mei Winardiati yang berusia 63 tahun dan telah puluhan tahun mengabdi. Bersama dua dokter ahli kandungan dan tenaga medis ini dianggap lengkap untuk mendukung peningkatan layanan rumah sakit.

“Kita harus support rumah sakit ini agar bisa melayani semua masyarakat kembali seperti dulu. Kalau ada hambatan perizinan atau kekurangan alat, pemerintah akan hadir membantu,” tegasnya.

Anggota DPRD Jawa Timur Benjamin Kristianto menambahkan, pihaknya akan membantu pengurusan RSIA Buah Delima menjadi peserta BPJS.

“Penting untuk mendekatkan pelayanan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami akan mengusulkan rumah sakit ini kepada BPJS dan berharap bisa diterima,” ujarnya.

Menurut Benjamin, renovasi gedung rumah sakit dan upaya peningkatan tipe D juga mendapat dukungan penuh dari DPRD Jatim.

 “Ini hasil perjuangan kita bersama agar RSIA Buah Delima bisa terus melayani masyarakat dengan fasilitas dan standar pelayanan terbaru,” katanya.

Peresmian ini menandai babak baru bagi RSIA Buah Delima, yang telah lebih dari 26 tahun mengabdi di bidang kesehatan ibu dan anak.

 Dengan dukungan Wamenkes, pemerintah provinsi, DPRD, serta tenaga medis senior, rumah sakit ini siap meningkatkan kapasitasnya, membuka layanan BPJS, dan menjadi bagian dari upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia.

RSIA Buah Delima kini bukan hanya simbol pelayanan kesehatan yang profesional, tetapi juga bukti kolaborasi antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat dalam memperkuat sistem kesehatan nasional.

 

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru