Suli Daim Ingatkan Sekolah Negeri: Fokus Belajar, Jangan Bebani Wali Murid
Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Suli Daim, mengimbau pihak sekolah negeri agar tidak membebani wali murid dengan berbagai pungutan atau iuran, terutama untuk program yang tidak berkaitan langsung dengan keperluan mendesak proses belajar mengajar.
Hal tersebut ditegaskan Suli Daim menanggapi maraknya isu pungutan liar dan iuran di lingkungan sekolah negeri.
Politsi senior dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan, kepala sekolah memang kerap berinovasi dan kreatif dalam memanfaatkan dana partisipasi serta peran serta masyarakat untuk membiayai pembangunan fasilitas sekolah.
Namun, di tengah kondisi perekonomian masyarakat yang serba sulit saat ini, langkah tersebut dinilai kurang tepat jika membebani orang tua siswa.
"Kalau dianggap itu tidak terlalu mendesak untuk kebutuhan pembelajaran, tidak usahlah sekolah itu 'neko-neko' untuk kemudian menarik iuran kepada wali murid. Jadi, kalau memang kebutuhan sepanjang proses belajar mengajar itu sudah terpenuhi, saya kira tidak usah menarik pungutan lagi untuk membangun gedung atau hal lainnya yang dianggap sebagai kebutuhan," ujar Suli Daim.
Suli Daim menambahkan bahwa pihak sekolah harus memiliki kepekaan terhadap kondisi ekonomi masyarakat saat ini yang sedang sulit.
Menurutnya, wali murid tidak seharusnya dibebani lagi dengan urusan pungutan tambahan yang memberatkan finansial keluarga.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan komitmen pemerintah terkait pemenuhan hak pendidikan gratis bagi masyarakat, mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi, guna memastikan seluruh anak dapat mengenyam pendidikan tanpa terhalang kendala biaya.
Oleh karena itu, ia meminta sekolah negeri di Jawa Timur untuk lebih bijak serta fokus memaksimalkan fasilitas dan anggaran yang ada demi kelancaran kegiatan belajar mengajar.
Editor : Redaksi