x editorial.id skyscraper
x editorial.id skyscraper

Menjaga Mata Rantai di Graha Ansor: Kala Ilmu Tak Sekadar Dibaca, Tapi Disambungkan

Avatar Mohamed Kosim

Daerah

Editorial.ID - Senin malam (16/2), aula Graha PW GP Ansor Jawa Timur tidak sedang riuh oleh rapat koordinasi atau pekik komando. Suasana justru terasa teduh. Aroma khas wewangian kayu menyeruak di antara barisan pemuda berseragam hijau dan para kiai yang duduk bersila dalam sebuah agenda bertajuk "Majelis Lailatul Isnad".

‎Malam itu, fokus utama bukan pada program kerja, melainkan pada sebuah tradisi kuno yang menjadi fondasi intelektualitas pesantren: penyambungan sanad keilmuan. Melalui Al Musnid KH. Aly Mas'adi santri kinasih sekaligus sekretaris dari ulama hadis dunia, Syaikh Muhammad Yasin Al Fadani kader-kader Ansor ini sedang menghubungkan mata rantai keilmuan mereka hingga ke sumber aslinya.

‎Di balik penyelenggaraan ini, Ansor University Jatim ingin memastikan bahwa kader pemuda masa kini tetap memiliki pijakan literatur yang jelas. Di tengah arus informasi digital yang serba cepat dan sering kali tanpa sumber, keberadaan sanad menjadi filter yang krusial.

‎Ketua Ansor University Jatim, Dr. Abdulloh Hamid, M.Pd., yang mengawal langsung prosesi ini, menekankan pentingnya menjaga jalur transmisi ilmu tersebut.

‎"Majelis ini menjadi pilar penting dalam menjaga otentisitas transmisi keilmuan dari generasi ke generasi," ujar Dr. Abdulloh Hamid. 

‎Baginya, ijazah sanad bukan sekadar pengakuan formal, melainkan jaminan bahwa pemahaman agama yang diterima kader adalah murni dan tidak mengalami distorsi makna.

‎Hal senada diungkapkan Ketua PW GP Ansor Jatim, H. Musaffa' Safril. Ia memandang majelis ini sebagai penegasan identitas kader Ansor yang multidimensi.

‎"Ansor tidak hanya ahli dalam bidang kebangsaan, tapi juga keagamaan juga," ungkap Musaffa' Safril di hadapan seratusan peserta. 

‎Baginya, pemuda Ansor harus memiliki keseimbangan: lincah dalam urusan organisasi dan negara, namun tetap kokoh dalam tradisi kitab kuning.

‎Momen yang paling ditunggu adalah saat prosesi ijazah Hadis Musalsal. Di bawah bimbingan KH. Aly Mas'adi, para peserta diajak menjaga konsistensi, baik secara lafaz maupun sikap, sebagaimana yang diajarkan para guru terdahulu. Ini adalah upaya menjaga integritas ilmu agar tidak sekadar menjadi teks mati, tetapi menjadi amaliah yang teruji.

‎Lebih dari 100 peserta, termasuk para kiai khos dan aktivis muda dari luar Jawa Timur, hadir memenuhi ruangan. Mereka pulang bukan sekadar membawa selembar kertas ijazah, melainkan membawa tanggung jawab moral untuk menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

‎Di bawah lampu Graha Ansor yang temaram, malam itu membuktikan bahwa di tangan generasi muda ini, tradisi pesantren klasik tidak ditinggalkan. Ia justru dirawat sebagai identitas, memastikan bahwa di masa depan, agama dan bangsa tetap dijaga oleh tangan-tangan yang memiliki dasar keilmuan yang jelas.

Editor : Mohamed Kosim

Artikel Terbaru
Senin, 28 Sep 2026 22:52 WIB | Daerah

Soal Ekplorasi Sumur Minyak Bangkalan, Fraksi NasDem Jatim: Jangan Sampai Merusak Lingkungan!

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Jawa Timur, KH Nasih Aschol, memberikan pandangan strategis terkait rencana pengelolaan puluhan sumur minyak rakyat yang ...
Minggu, 27 Sep 2026 13:13 WIB | Politik

HUT ke-25 Demokrat, Donor Darah Serentak Digelar di 38 DPC Jatim

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat, DPD Partai Demokrat Jawa Timur menggelar kegiatan donor darah di kantor DPD Demokrat ...
Sabtu, 26 Sep 2026 08:31 WIB | Politik

Legislator Jatim ajak semua pihak jaga keselamatan berkendara

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Cahyo Harjo Prakoso mengajak seluruh pihak meningkatkan kolaborasi dalam menjaga keselamatan dan ...
Kamis, 24 Sep 2026 07:42 WIB | Politik

Tindak Lanjuti Instruksi AHY, Dokter Agung Bawa Program LIKE ke Warga Banyuwangi

Komitmen hadir dan memberi solusi nyata bagi masyarakat terus ditunjukkan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Timur, dr. Agung Mulyono. Politisi senior ...
Rabu, 23 Sep 2026 15:55 WIB | Politik

Antisipasi Lonjakan Influenza Tipe A “Super Flu” Di Jatim, dr Benjamin Minta Stok Obat Faskes Dipastikan Safe

Komisi E DPRD Jawa Timur menaruh perhatian serius terhadap tren peningkatan kasus lonjakan Influenza Tipe A yang meluas di wilayah Jawa Timur.  Anggota Komisi ...
Rabu, 23 Sep 2026 09:04 WIB | Politik

Hari Perdamaian, Khofifah Dorong Toleransi dan Dialog

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak  seluruh masyarakat memperkuat peran dalam menjaga perdamaian dan kerukunan. Caranya yaitu dengan ...