x editorial.id skyscraper
x editorial.id skyscraper

Akhiri Konflik PBNU: Hukum Tertinggi NU Kini Bukan di Jakarta, Tapi di Jombang

Avatar Mohamed Kosim

Politik

Editorial.ID - Sejuk dan teduh udara Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, seolah menyimpan hawa ketegangan yang mendalam. Di tempat bersejarah itu, para Mustasyar dan sesepuh Nahdlatul Ulama (NU), yang merupakan benteng moral organisasi, berkumpul. Mereka datang, sebagian dengan kondisi fisik terbatas, bukan untuk berpolitik, melainkan untuk membendung gelombang gejolak internal yang mengancam tatanan organisasi terbesar di Indonesia ini. Kedatangan para kiai sepuh ini, yang diabadikan dalam pertemuan virtual berikutnya, menjadi pemandangan yang mengharukan sekaligus peringatan keras bagi seluruh warga NU.

Pemandangan langka ini di mana sosok-sosok karismatik seperti Prof. KH. Ma’ruf Amin, KH. Said Aqil Siradj, dan KH. Anwar Manshur harus turun gunung merupakan respons atas pusaran isu dan manuver yang terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dalam pertemuan daring yang dipimpin oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), lebih dari 400 pengurus wilayah (PWNU) dan cabang (PCNU) dari Sabang sampai Merauke menyatakan sikap bulat: keputusan para Mustasyar Tebuireng adalah rujukan moral tertinggi yang harus diikuti. Inilah titik balik yang menegaskan bahwa keselamatan organisasi berada di atas segala sengketa.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya menjelaskan bahwa seluruh pertanyaan yang diajukan oleh para kiai sepuh telah ia jawab secara transparan, lengkap dengan dokumen pendukung. Fokus yang ia tegaskan bukan lagi soal benar atau salah personal, melainkan soal prinsip tatanan.

"Organisasi itu sistem. Pondasinya adalah aturan. Kalau aturan diabaikan, organisasi bisa mundur seratus tahun,” tegas Gus Yahya.

Penegasan ini disambut baik oleh pimpinan wilayah. Ketua PWNU Kepulauan Bangka Belitung, Masmuni Mahatma, menuturkan bahwa otoritas tertinggi NU bukanlah individu, melainkan konstitusi.

"Ketua umum atau rais aam itu kecil. Yang besar adalah anggaran dasar dan anggaran rumah tangga,” katanya. Pernyataan ini secara eksplisit mengarahkan kembali seluruh perdebatan pada koridor legal formal organisasi.

Gejolak di PBNU dipicu oleh isu pemakzulan atau upaya menjatuhkan Ketua Umum. Dalam konteks ini, suara dari para intelektual organisasi menjadi penentu. Prof. KH. Hamzah Harun Al-Rasyid, Ketua PWNU Sulawesi Selatan, membongkar kelemahan narasi pemakzulan tersebut dari sisi hukum organisasi.

“Mandataris tidak bisa diberhentikan kecuali oleh forum yang sama yang mengangkatnya,” jelasnya.

Penjelasan ini diperkuat oleh Rais Syuriyah PWNU Bengkulu, KH Hasbullah Ahmad, yang menepis narasi miring tentang ketua umum durhaka kepada kiai. Menurutnya, narasi itu keliru, sebab justru Ketua Umum yang mengajak seluruh pihak untuk kembali berpegang pada aturan main yang telah disepakati bersama. Keputusan Mustasyar, dengan demikian, berfungsi sebagai fatwa organisatoris yang mengakhiri spekulasi.

Di tengah serangan sengit di media sosial yang bahkan menyeret nama-nama kiai, pertemuan di Tebuireng dan konsolidasi virtual 400 pengurus menjadi penegas arah penyelesaian yang beradab dan terstruktur. KH Isroqunnajah dari PCNU Malang menyebut momen ini sebagai penegasan bahwa persoalan harus diselesaikan sesuai tatanan.

Kesepakatan bersama seluruh PWNU dan PCNU untuk mengikuti arahan Mustasyar yakni islah (perdamaian) dan penertiban informasi bukan sekadar jalan keluar sementara. Ini adalah pernyataan sikap kolektif bahwa NU, dengan usianya yang hampir seabad, akan selalu kembali kepada kebijaksanaan para pendirinya yakni menjaga sistem dan menyelamatkan jam'iyyah. Mereka kini menunggu proses organisatoris resmi berikutnya, namun arahnya sudah jelas konsolidasi, penertiban, dan ketaatan pada konstitusi.

Editor : Mohamed Kosim

Artikel Terbaru
Sabtu, 26 Sep 2026 08:31 WIB | Politik

Legislator Jatim ajak semua pihak jaga keselamatan berkendara

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Cahyo Harjo Prakoso mengajak seluruh pihak meningkatkan kolaborasi dalam menjaga keselamatan dan ...
Kamis, 24 Sep 2026 07:42 WIB | Politik

Tindak Lanjuti Instruksi AHY, Dokter Agung Bawa Program LIKE ke Warga Banyuwangi

Komitmen hadir dan memberi solusi nyata bagi masyarakat terus ditunjukkan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Timur, dr. Agung Mulyono. Politisi senior ...
Rabu, 23 Sep 2026 15:55 WIB | Politik

Antisipasi Lonjakan Influenza Tipe A “Super Flu” Di Jatim, dr Benjamin Minta Stok Obat Faskes Dipastikan Safe

Komisi E DPRD Jawa Timur menaruh perhatian serius terhadap tren peningkatan kasus lonjakan Influenza Tipe A yang meluas di wilayah Jawa Timur.  Anggota Komisi ...
Rabu, 23 Sep 2026 09:04 WIB | Politik

Hari Perdamaian, Khofifah Dorong Toleransi dan Dialog

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak  seluruh masyarakat memperkuat peran dalam menjaga perdamaian dan kerukunan. Caranya yaitu dengan ...
Senin, 21 Sep 2026 15:59 WIB | Politik

Cegah Kekeringan Meluas, Pemprov Jatim Petakan Wilayah Kritis dan Buka Opsi Modifikasi Cuaca

Ancaman kekeringan ekstrem yang mulai melanda sejumlah daerah di Jawa Timur (Jatim) menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov). Wakil Gubernur ...
Selasa, 15 Sep 2026 23:35 WIB | Ekonomi

Dokter Agung Puji Pameran Lukisan SBY: Cermin Jiwa dan Keteladanan Seorang Negarawan

Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), resmi membuka pameran tunggal lukisan perdananya di Voza Tower Surabaya, Selasa 15 September ...