x editorial.id skyscraper
x editorial.id skyscraper

RSUD dr. Soetomo Tingkatkan Kesetaraan Layanan untuk Pasien BPJS dan Umum

Avatar Budi Prasetyo

Ekonomi

RSUD dr. Soetomo Surabaya kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang setara bagi seluruh pasien, baik peserta BPJS Kesehatan maupun pasien umum. Melalui program “Peningkatan Kesetaraan Layanan”, rumah sakit rujukan terbesar di Jawa Timur ini berupaya memastikan tidak ada lagi perbedaan perlakuan dalam akses maupun kualitas layanan.

Direktur RSUD dr. Soetomo, Prof. Dr. dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, Sp.KK(K), menegaskan bahwa langkah tersebut bukan sekadar penyesuaian administratif, melainkan transformasi mendasar dalam budaya pelayanan rumah sakit.

“Kami tidak ingin ada persepsi, apalagi praktik, yang membedakan pelayanan antara pasien BPJS dan umum. Semua pasien berhak mendapatkan layanan terbaik sesuai standar,” ujarnya.

Menurut Prof. Cita, rumah sakit harus menjadi ruang yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Apalagi, RSUD dr. Soetomo setiap harinya melayani ribuan pasien rujukan dari berbagai daerah di Jawa Timur bahkan luar provinsi.

Program “Peningkatan Kesetaraan Layanan” dijalankan melalui tiga strategi utama. Pertama, perbaikan fasilitas rawat jalan dan rawat inap agar kenyamanan serta keamanan pasien setara tanpa membedakan status kepesertaan.

Kedua, penyesuaian SOP pelayanan, sehingga alur pemeriksaan, perawatan, hingga tindakan medis sama bagi semua pasien. Ketiga, pengawasan mutu layanan melalui pembentukan tim audit internal yang bertugas memastikan prinsip kesetaraan berjalan konsisten, serta menindak cepat jika ditemukan indikasi diskriminasi.
“Langkah-langkah tersebut menjadi fondasi agar pelayanan yang diberikan benar-benar berlandaskan profesionalisme, bukan status kepesertaan pasien,” jelas Prof. Cita.

Sejak program ini diluncurkan, sejumlah capaian positif mulai terlihat. Jumlah pengaduan diskriminasi pelayanan menurun, sementara tingkat kepuasan pasien meningkat, baik peserta BPJS maupun umum. Rata-rata waktu tunggu pasien BPJS kini juga semakin mendekati pasien umum, sehingga mengurangi kesenjangan yang sebelumnya menjadi sorotan publik.

“Tujuan kami jelas: menciptakan lingkungan layanan yang inklusif, profesional, dan berkeadilan. Tidak boleh ada stigma bahwa pasien BPJS harus menunggu lebih lama atau mendapat fasilitas berbeda,” tegas Prof. Cita.

RSUD dr. Soetomo merupakan rumah sakit dengan beban layanan terbesar di Jawa Timur, dengan lebih dari 1,5 juta kunjungan pasien setiap tahun. Data dalam Laporan SAKIP 2025 menyebutkan bahwa 87 persen pasien di RSUD dr. Soetomo adalah peserta BPJS Kesehatan, menandakan mayoritas layanan rumah sakit ditujukan bagi masyarakat pemegang JKN.

Selain itu, beberapa laporan menyebut jumlah pasien rujukan BPJS di rumah sakit ini pada periode tertentu di tahun 2025 mencapai 21.000–37.000 pasien, bahkan dalam rentang lebih luas disebut bisa mencapai 100.000 rujukan. Angka tersebut merefleksikan tingginya volume rujukan, meski bukan merupakan data kumulatif tahunan.

Sebagai rumah sakit kelas A, RSUD dr. Soetomo juga menyiagakan sekitar 1.300 tempat tidur dan ribuan tenaga medis saat puncak layanan, memperlihatkan besarnya kapasitas yang harus dikelola setiap harinya.

Meski capaian positif sudah terlihat, tantangan tetap ada. Persepsi publik yang sudah lama terbentuk bahwa pelayanan BPJS identik dengan antrean panjang dan fasilitas terbatas perlu diubah secara bertahap. Menurut Prof. Cita, perubahan persepsi ini membutuhkan konsistensi pelayanan dan komunikasi yang baik kepada masyarakat.

Sebagai rumah sakit rujukan terbesar di Jawa Timur, RSUD dr. Soetomo menegaskan tanggung jawabnya untuk menjadi teladan dalam pelayanan kesehatan yang adil. Dengan dukungan teknologi digital, pengawasan ketat, serta komitmen manajemen, RSUD dr. Soetomo optimistis dapat menjadi role model nasional dalam penerapan kesetaraan layanan.

“RSUD dr. Soetomo harus menjadi contoh bagi rumah sakit lain di Indonesia, bahwa pelayanan setara bukan hanya mungkin, tetapi wajib diterapkan,” pungkas Prof. Cita.

Editor : Budi Prasetyo

Artikel Terbaru
Rabu, 07 Okt 2026 09:50 WIB | Politik

Suli Daim Ingatkan Sekolah Negeri: Fokus Belajar, Jangan Bebani Wali Murid

Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Suli Daim, mengimbau pihak sekolah negeri agar tidak membebani wali murid dengan berbagai ...
Senin, 05 Okt 2026 07:52 WIB | Daerah

Sambut Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Gelar Khataman Al-Qur’an dan Santuni 81 Anak Yatim di Grahadi

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar khataman Al-Qur’an, doa bersama, dan santunan kepada 81 anak yatim serta yatim piatu di Gedung Negara G ...
Senin, 28 Sep 2026 22:52 WIB | Daerah

Soal Ekplorasi Sumur Minyak Bangkalan, Fraksi NasDem Jatim: Jangan Sampai Merusak Lingkungan!

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Jawa Timur, KH Nasih Aschol, memberikan pandangan strategis terkait rencana pengelolaan puluhan sumur minyak rakyat yang ...
Minggu, 27 Sep 2026 13:13 WIB | Politik

HUT ke-25 Demokrat, Donor Darah Serentak Digelar di 38 DPC Jatim

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat, DPD Partai Demokrat Jawa Timur menggelar kegiatan donor darah di kantor DPD Demokrat ...
Sabtu, 26 Sep 2026 08:31 WIB | Politik

Legislator Jatim ajak semua pihak jaga keselamatan berkendara

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Cahyo Harjo Prakoso mengajak seluruh pihak meningkatkan kolaborasi dalam menjaga keselamatan dan ...
Kamis, 24 Sep 2026 07:42 WIB | Politik

Tindak Lanjuti Instruksi AHY, Dokter Agung Bawa Program LIKE ke Warga Banyuwangi

Komitmen hadir dan memberi solusi nyata bagi masyarakat terus ditunjukkan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Timur, dr. Agung Mulyono. Politisi senior ...