TransJatim Koridor Malang Beroperasi 30 Oktober, Dishub Jatim Siapkan 15 Bus

Reporter : Redaksi

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan (Dishub) bersiap mengaktifkan layanan TransJatim Koridor Malang pada 30 Oktober 2026. Layanan ini diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di wilayah selatan Kabupaten Malang.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, mengatakan persiapan operasional koridor baru tersebut secara umum telah dilakukan. Sejumlah rambu pemberhentian penumpang juga sudah disiapkan, meski pembangunan beberapa halte masih dalam proses pengerjaan.

“Persiapannya sudah siap semua, termasuk rambu-rambu pemberhentian. Halte sebagian sudah dikerjakan, tetapi ada juga yang belum selesai karena masih dalam proses pengadaan,” ujar Nyono.

Aktivasi layanan dijadwalkan berlangsung di Pendopo Kepanjen, Kabupaten Malang, sekitar pukul 14.00 WIB.

Menurut Nyono, Koridor Malang direncanakan memiliki 32 halte. Namun, tidak seluruh halte sudah rampung sehingga pengerjaannya akan dilanjutkan hingga akhir tahun. Sementara itu, sebanyak 22 rambu pemberhentian disiapkan untuk membantu penumpang mengakses layanan.

Untuk mendukung operasional, Dishub Jatim menyiapkan 15 unit bus. Sebanyak 14 bus akan beroperasi, sedangkan satu unit lainnya disiapkan sebagai cadangan.

Rute koridor ini membentang hampir 50 kilometer, menghubungkan kawasan Kota Malang dengan sejumlah wilayah di Kabupaten Malang hingga Kepanjen dan Talangagung. Layanan tersebut juga dirancang terintegrasi dengan TransJatim Koridor 1 untuk memudahkan perpindahan penumpang.

Nyono berharap kehadiran TransJatim Koridor Malang dapat menjadi alternatif transportasi publik yang terjangkau bagi masyarakat. Ia juga berharap layanan ini mampu menggerakkan aktivitas ekonomi di kawasan selatan Kabupaten Malang.

“Ini mudah-mudahan akan menyumbang pertumbuhan ekonomi yang signifikan di kawasan selatan Malang,” katanya.

Menurut Nyono, sekitar 60 persen wilayah yang dilalui koridor tersebut berada di Kabupaten Malang. Konektivitas yang semakin baik diharapkan membuka akses masyarakat menuju berbagai pusat kegiatan ekonomi dan destinasi wisata.

Sejumlah objek wisata di pesisir selatan, seperti Balekambang dan Goa Cina, disebut berjarak sekitar 5–10 kilometer dari beberapa titik yang dilalui koridor. Ke depan, Nyono berharap tersedia pula angkutan lanjutan menuju kawasan wisata tersebut.

Dengan tarif TransJatim yang terjangkau, konektivitas antarmoda diharapkan dapat membantu menekan biaya perjalanan wisatawan sekaligus meningkatkan kunjungan ke destinasi wisata di Malang selatan.

Nyono juga menyebut layanan TransJatim biasanya menyediakan periode perjalanan gratis pada awal pengoperasian. Namun, kepastian pelaksanaan dan durasi program gratis untuk Koridor Malang masih perlu dikonfirmasi.

Kehadiran koridor baru ini diharapkan tidak hanya memperkuat layanan transportasi publik, tetapi juga mendukung pengembangan ekonomi dan pariwisata Jawa Timur, khususnya di wilayah selatan Kabupaten Malang.

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru