Komisi E DPRD Jawa Timur menaruh perhatian serius terhadap tren peningkatan kasus lonjakan Influenza Tipe A yang meluas di wilayah Jawa Timur.
Anggota Komisi E DPRD Jatim, dr Benjamin Kristianto, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai ancaman transmisi virus pernapasan ini agar tidak mengganggu aktivitas dan produktivitas warga.
Berdasarkan data terkini dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya per pertengahan September 2026, dari total spesimen kasus Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) yang diperiksa, kelompok bayi dan balita mendominasi hingga 42 persen, diikuti kelompok usia produktif (26 persen) dan lansia (20 persen).
Virus yang mendominasi di wilayah Jawa Timur tercatat mencakup subtipe H1N1Pdm09 dan H3N2 (Super Flu).
Di Kota Surabaya saja, Dinas Kesehatan telah mencatat puluhan ribu kasus influenza sepanjang tahun ini, sementara sejumlah temuan kasus terdeteksi menyebar di beberapa wilayah seperti Malang, Pasuruan, hingga Situbondo.
Benjamin menegaskan, tingginya mobilitas warga serta perubahan cuaca yang fluktuatif menjadi faktor pemicu percepatan penularan. Pencegahan tidak hanya bertumpu pada kesiapan fasilitas kesehatan (faskes), melainkan juga kesadaran dari individu.
"Masyarakat jangan menganggap remeh gejala flu. Influenza Tipe A penularannya sangat cepat dan gejalanya bisa cukup berat jika daya tahan tubuh sedang drop. Ditambah data BBLKM menunjukkan anak balita rentan terpapar, jadi antisipasi sejak dini adalah kunci utama," kata Benjamin di Surabaya.
Politisi dari Fraksi Gerindra ini mendorong Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur beserta jajaran di tingkat kabupaten/kota untuk masif melakukan edukasi serta pemantauan ketat.
Ketersediaan ruang perawatan, ketersediaan obat-obatan di Puskesmas hingga RSUD harus dipastikan aman.
Ia juga meminta warga kembali mengaktifkan protokol kesehatan sederhana, seperti memakai masker saat sedang flu atau di tempat berkerumun, serta rajin mencuci tangan.
"Bila timbul gejala demam, batuk, atau sesak napas yang tak kunjung membaik, segera periksakan diri ke faskes terdekat. Jangan ditunda. Jaga imun tubuh dengan asupan gizi dan istirahat yang cukup," pungkas legislator asal daerah pemilihan (Dapil) Sidoarjo tersebut.
Meskipun Pemerintah Provinsi Jatim memastikan belum ada rumah sakit yang kewalahan, langkah antisipasi responsif dari pemerintah daerah yang dibarengi kesadaran tinggi masyarakat diharapkan mampu menekan laju penyebaran Influenza Tipe A di Jawa Timur.
Editor : Redaksi