Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memastikan kesiapan infrastruktur nasional untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026.
AHY menegaskan, pemerintah telah melakukan persiapan intensif selama sebulan terakhir. Fokus utama pada perbaikan jalan, baik jalur utama maupun arteri.
“Infrastruktur yang digunakan selama arus mudik dan arus balik ini menjadi perhatian kami. Perbaikan jalan terus dilakukan,” ujar AHY beberapa waktu lalu.
AHY memastikan, pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi. Cuaca ekstrem hingga potensi banjir dan kerusakan jalan menjadi perhatian serius.
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jawa Timur, Agung Mulyono, menegaskan kesiapan infrastruktur jelang arus mudik dan balik Lebaran 2026 harus benar-benar optimal dengan mengikuti arahan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Ia mengatakan, arahan Menko AHY sangat jelas, yakni memastikan seluruh infrastruktur pendukung mudik berada dalam kondisi baik, sekaligus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan transportasi umum demi menekan risiko kecelakaan.
“Kita lanjutkan arahan Menko AHY, memastikan infrastruktur pendukung mudik dalam kondisi baik, sekaligus mengarahkan masyarakat menggunakan transportasi umum,” ujarnya pada Rabu (18/3/2026).
Menurut Agung, lonjakan program mudik gratis yang digelar pemerintah harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur yang memadai, sehingga seluruh fasilitas penunjang benar-benar mampu melayani pergerakan masyarakat secara aman dan nyaman.
Anggota DPRD Jatim tiga periode itu menekankan pentingnya langkah preventif atau preventive action yang harus dilakukan jauh hari sebelum puncak arus mudik, khususnya dengan memetakan titik-titik rawan kecelakaan, rawan banjir, hingga potensi kemacetan untuk segera dimitigasi.
“Kurang dua minggu sebelum Lebaran, semua titik rawan harus sudah dipetakan, baik yang rawan kecelakaan maupun rawan banjir, sehingga bisa segera dilakukan mitigasi,” jelasnya.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa jika ditemukan kerusakan jalan, maka perbaikan harus segera dilakukan tanpa menunggu lama, mengingat anggaran perawatan atau maintenance telah tersedia di masing-masing daerah dengan nilai yang cukup besar.
“Kalau ada kerusakan, harus segera diperbaiki karena anggaran perawatan itu ada, bahkan di beberapa daerah nilainya miliaran rupiah setiap tahun,” tegasnya.
Ia mencontohkan, di wilayah Banyuwangi anggaran perawatan jalan bisa mencapai lebih dari Rp20 miliar per tahun, sementara di daerah lain juga berada di kisaran belasan miliar, yang seharusnya cukup untuk menjaga kualitas jalan tetap baik.
Dokter Agung juga memastikan bahwa kondisi jalan provinsi di Jawa Timur saat ini relatif mantap dengan tingkat kemantapan di atas 90 persen, sehingga dinilai siap mendukung arus mudik, meskipun tetap membutuhkan pengawasan dan perawatan berkelanjutan.
“Jalan provinsi sudah kita cek, kemantapannya di atas 90 persen, ini harus dijaga dengan perawatan yang konsisten,” ujarnya.
Ia pun meminta seluruh mitra kerja seperti Dinas PU, Bina Marga, dan Dinas Perhubungan untuk benar-benar fokus dan siaga penuh dalam menghadapi arus mudik, termasuk memastikan kelancaran program mudik gratis baik melalui jalur darat maupun laut.
Menurutnya, program mudik gratis, termasuk melalui jalur laut dari Pelabuhan Jangkar, menjadi solusi efektif untuk menekan angka kecelakaan, terutama bagi masyarakat yang biasanya menggunakan sepeda motor.
“Kalau ada mudik gratis, terutama lewat kapal, sebaiknya dimanfaatkan karena ini bisa mengurangi risiko kecelakaan, termasuk bagi pemudik yang membawa motor,” katanya.
Lebih lanjut, Agung juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam melaporkan kerusakan jalan melalui kanal pengaduan yang tersedia, agar penanganan bisa dilakukan secara cepat dan tepat.
“Kalau masyarakat tidak melapor, kita tidak tahu, maka partisipasi publik sangat penting dalam menjaga kualitas infrastruktur,” ujarnya.
Di akhir, ia mengingatkan para pemudik untuk tetap menjaga kondisi fisik selama perjalanan dan tidak memaksakan diri saat lelah, demi keselamatan bersama.
“Yang terpenting adalah menjaga stamina, jangan dipaksakan kalau capek, istirahat yang cukup, sehingga berangkat sehat dan kembali juga sehat,” jelasnya.
Ia meminta masyarakat aktif melaporkan jika menemukan jalan rusak agar segera ditangani.
“Khusus Dapil jalan provinsi saya mengawal GPL, artinya jika senin komplain maka rabu di kerjakan. Jika rabo komplain Jumat di kerjakan,” pungkasnya.
Editor : Redaksi