Waspadai OTG! Potensial Menularkan Covid-19

Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yang terkonfirmasi terjangkit virus SARS CoV-2 setelah diswab terus meningkat. Hal ini menjadi dinamika baru penyebaran Covid-19 di Jawa Timur.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyontohkan di Surabaya. Dari tambahan 311 pasien positif Covid-19, setidaknya 34,2 persennya OTG. Meningkat dibandingkan sebelum-sebelumnya. “Hari ini baru saja saya lihat dinamikanya, tadinya 21 persen OTG, itu potensial terkonfirmasi positif. Lalu naik lagi 26 persen. Hari ini naik lagi 34 persen,” ujar Khofifah, Kamis (21/5/ 2020).

Angka persentase itu memang terbilang cukup tinggi bila dibandingkan dengan yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP). Data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, disetiap penambahan pasien baru dari ODP sebanyak 12,4 persen.

Karenanya mantan menteri sosial itu meminta masyarakat terus meningkatkan kewaspadaannya. Caranya dengan menggunakan masker. “Kalau OTG kemudian potensial terkonfirmasi positif, kita bisa membayangkan betapa kewaspadaan kita harus ditingkatkan,” tegasnya.

Ketua Tim Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur dr Joni Wahyuhadi mengatakan, pasien OTG diketahui terkonfirmasi positif Covid-19 setelah menjalani tes. Beberapa diantaranya melakukan tes swab atau Polymerase Chain Reaction (PCR) secara mandiri.

“Dia dengan sendirinya meminta untuk dites PCR. Dia datang karena merasa pernah kontak dengan orang yang dicurigai terindikasi. Dia periksa (positif Covid-19),” kata Joni.

Namun, ada juga dari pasien OTG yang diketahui hasil tesnya positif setelah melalui rapid tes. Seperti halnya yang ada di klaster pasar.

Ketua Tim Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur dr Kohar Hari Santoso mengaku mendapati pasien OTG di beberapa pasar di Jawa Timur. “Karena ada kasusnya (terkonfirmasi positif). Kami lakukan rapid tes, ada yang reaktif. Orangnya masih bisa ke pasar, terus di rapid ternyata reaktif, terus swab ketemulah dia positif. Misalnya di Bojonegoro Probolinggo,” kata Kohar.

Mereka pasien OTG yang terkonfirmasi positif virus SARS CoV-2 ini sangat dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri. Meskipun tidak merasakan gejala klinis, namun tetap harus menjalani isolasi agar tidak menulari orang lain. Bisa mandiri atau di tempat yang disediakan pemerintah.

Pemprov Jatim sendiri telah menyediakan beberapa tempat untuk melakukan isolasi bagi pasein OTG ini. Salah satunya di rumah sakit darurat yang terletak di gedung Puslitbang Humaniora milik kementerian kesehatan Jalan Indrapura Surabaya. Ada ruang perawatan berupa tenda untuk menampung pasien OTG dan gejala ringan agar bisa mendapat perawatan maksimal.

Facebook Comments