Wakil Ketua DPRD Jatim Ini Buka Aduan Penyaluran Bansos Via Sosmed

Anwar Sadad/ig

Penyaluran bantuan sosial kepada warga terdampak virus corona (Covid-19) kekinian menimbulkan sejumlah polemik. Mulai dari data penerima yang yang tidak valid hingga penerima tidak tepat sasaran. Tak sedikit pula warga yang dirugikan.

Guna merespon hal tersebut, DPRD Jawa Timur siap menerima aduan bilamana ada penyaluran yang tidak tepat sasaran dan menyimpang.

Penerimaan aduan ini diinisiasi oleh Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad yang hampir saban hari mendapat laporan perihal problem dari program jaring pengaman sosial tersebut.

“Ada banyak laporan, tapi masih minim bukti pendukung,” kata Sadad di Surabaya, Kamis (7/5).

Terkait teknik pelaporan, jelas Sadad, bisa dilakukan melalui sosial media Twitter miliknya di @ansadad atu via akun Facebook pribadinya. Menurutnya, cara demikian cukup efektif diera saat ini.

Kendati bagitu, Sadad minta masyarakt tidak gampang melapor jika tidak memiliki bukti-bukti yang kuat.

“Sangat tidak mungkin harus datang ke kantor DPRD dalam kondisi pandemik seperti ini. Pelapor bisa memanfaatkan medsos,” urai Sekretaris DPD partai Gerindra Jatim ini.

Diakui Sadad, problem data penerima bansos memang bukan hal baru. Misalnya, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial ( DTKS) yang menjadi pijakan penyaluran bansos sejak awal akurasinya diragukan.

“Dalam situasi normal saja, data keluarga penerima manfaat tidak tersaji akurat. Apalagi, dalam situasi krisis seperti sekarang ini,” demikian Sadad.

Facebook Comments