Terkait Dugaan Pelanggaran Pemilu, LSM LIRA Laporkan laporkan Paslon 01 Ke Bawaslu

Setelah menemukan bukti bukti yang cukup kuat dugaan pelanggaran ketidak netralan team SSC dalam acara pelaksanaan program SSC di wilayah di RT. 03 RW. 02 Kec. Balasklumprik, Kec. Wiyung Surabaya.kemarin 6/10/20 sore

Hari ini Rabu (7/10/20) Satuan Tugas Pemantau Pemilu DPD LIRA Surabaya dan Sekretaris pemantau menyerahkan laporan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh salah satu pendukung paslon walikota Surabaya.

Dugaan pelanggaran berupa pelaksanaan program Surabaya Smart City (SSC) yang di gunakan sebagai kampanye pemenangan paslon oleh tim juri yang juga ASN memakai mobil inoova di kaca mobil belakang sangat jelas berstiker paslon 01.

Satgas pemantau melapor kejadian ke kantor Bawaslu agar segera ditindak lanjuti. Sebab dikhawatirkan program untuk 154 kelurahan peserta SSC yang di biayai pemkot Surabaya digunakan sebagai alat kampanye untuk mendukung salah satu paslon nomor urut 1 yaitu Eri cahyadi-Armuji.

Selain dugaan pelanggaran program SSC, lira juga melaporkan dugaan salah satu paslon yang menggunakan tiang- tiang penerangan Jalan umum (PJU) untuk pemasangan APK banner-banner paslon nomer urut 1 di beberapa sejumlah titik Surabaya barat.

“Setiap laporan dugaan pelanggaran harus segera di tindak lanjuti oleh bawaslu, jika benar terdapat unsur pelanggaran harus ada sanksi. apa lagi jenis dugaan pelanggarannya menggunakan fasilitas negera,” kata Abdul Haris, SH, Ketua Satgas Pemantau pemilu

Penggunaan fasilitas negera sebagai alat kampanye melanggar Pasal 63 ayat (3) huruf a dan (b) pkpu no 11 tahun 2020
Pasal 69 ayat (1),(4) pkpu no 11 tahun 2020. Dimana tujuan SSC meningkatkan mutu potensi kearifan lokal guna menjadi kampung unggulan.

Atas laporan Satgas Pemantau LIRA, Bawaslu akan mengkaji bukti materil dan non materil guna memenuhi persyaratan laporan pelanggaran pilkada.

Facebook Comments