Temukan Coklit Bermasalah Bawaslu Panggil KPU

Temukan data Pencocokan dan Penelitian (coklit) bermasalah. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya panggil Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya.

Komisioner KPU Kota Surabaya Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Naafilah Astri membenarkan pemanggilan ini.

Naafilah mengatakan, pemanggilan ini terkait permasalahan pemasangan stiker dan coklit PPDP, di daerah Ngagel Rejo Kecamatan Wonokroma Kota Surabaya.

“Terkait PPDP di TPS 50 Ngajel Rejo Wonokromo, PPDPnya ada saran perbaikan dari bawaslu kota, bahwa stiker baru ditempel di tanggal 14 dikira belum di coklit,” kata Naafilah, Rabu (26/8/2020).

Selanjutnya, Naafilan menjelaskan, sebetulnya proses pencoklitan sudah selesai dilakukan, bahkan sebelum tanggal 13 agustus 2020.

Berhubung persediaan stiker coklit habis, akhirnya tidak dapat dilakukan penempelan stiker pada saat itu juga. Tapi hal ini sudah diberitahukan oleh PPDP kepada PPS.

“Sudah di coklid rumah itu. hanya saja, sebelum masa coklit berakhir, sebelumnya sudah di coklit rumah itu, pas PPDP waktu memberikan stiker memang habis di TPS itu kemudian PPDP melaporkan ke PPS atas habisnya stiker,” kata Naafilah

Ditempat berbeda, Ketua Bawaslu Surabaya, Agil Akbar menyampaikan Bawaslu sudah memberikan arahan dan meminta KPU segera menyelesaikan persoalan ini.

“Kita minta untuk dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit, red) oleh PPK dan PPS, serta infonya sudah diselesaikan oleh KPU dan jajarannya. Sudah ditindaklanjuti baik bersurat dan faktual di lapangan,” ungkap Agil

Bawaslu membatasi waktu KPU agar segera memberikan hasil laporan berupa hasil coklit PPDP masing-masing kelurahan, daftar pemilih baru dalam formulir model A.A KWK, dan daftar perubahan pemilih hasil pemutakhiran. Batas waktu yang diberikan sampai 27 Agustus 2020.

“Tiga hal tersebut kami minta KPU untuk dapat diberikan kepada Bawaslu Surabaya sebagai bagian pengawasan hasil coklit terdeadline tanggal 27 Agustus 2020,” tambahnya.

Facebook Comments