Tak Ada Jam Malam, Pelanggar PSBB Disita KTP

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur menyatakan akan menghapus jam malam saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Surabaya Raya tahap dua. Bukan berarti tambah longgar, pelaksanaan PSBB akan lebih diperketat dengan sanksi tegas.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Heru Tjahjono mengungkapkan pada PSBB Surabaya Raya tahap kedua ini tidak akan ada istilah jam malam.

“Kalau sebelumnya ada jam malam, pada tahap dua ini tidak ada jam malam, operasinya bukan hanya jam malam, tapi 24 jam,” kata Heru, Senin (11/5/2020) malam.

Untuk menjembatani perubahan ini, nantinya akan diterbitkan Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Timur sehingga petugas bisa melakukan tindakan yang lebih represif.

“Salah satu isinya pada saat terjadi pelanggaran akan ditahan KTP oleh satpol PP selama PSBB,” lanjut Heru yang juga Sekdaprov Jatim ini.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa juga menegaskan bagi pelanggar poin-poin dalam PSBB tidak diperbolehkan untuk memperpanjang SIM (Surat Izin Mengemudi) dan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) selama enam bulan terhitung sejak melanggar PSBB.

Selain itu Khofifah juga memastikan akan lebih memperketat lagi terkait Physical Distancing.

“Ada evaluasi terkait cek poin, terus bagaimana ada psychal distancing baik di perusahaan maupun di pasar. Kemudian bagaimana penindakan ini akan lebih tampak pada PSBB tahap dua,” ujar Khofifah beberapa waktu lalu.

Facebook Comments