Surabaya Smart City, Zainuddin: Ini Munafik

Ketua GM Jaman Zainuddin, foto: istimewa

Gerakan Mahasiswa Jaman (GM Jaman) apresiasi komitmen calon walikota Machfud Arifin-Mujiaman untuk memajukan kota Surabaya kedepannya.

Hal ini yang memang lagi dibutuhkan di Kota Surabaya. Menurut Ketua GM Jaman, Zainuddin, selama ini masyarakat dibohongi atas klaim pemkot yang mengatakan Surabaya sebagai smart city dan go Internasional.

Dia melihat, di Kota Pahlawan masih banyak kesenjangan sosial yang perlu diperhatikan, masih banyak orang yang bertahan hidup dibawah garis kesejahteraan.

” Ini munafik, saya warga Kota Surabaya, saya merasakan hal itu,” kata Zainuddin saat ditemui, Minggu (27/9/2020).

Selain itu, aktivis Jawa Timur ini heran, dengan APBD yang mencapai angka 10 triliun, seharusnya Surabaya benar-benar menjadi Smart City seperti yang dari dulu di gembor-gemborkan pemerintah kota. Tapi hal itu hanya menjadi fatamorgana untuk saat ini.

Zainuddin menjelaskan Surabaya masih jauh dari sekedar kota pintar, konsep dasar smart City yang seharusnya dibangun mencakup perencanaan fisik, ada desain, kebijakan pemerintah, hingga pendanaan, dan cukupnya lapangan pekerjaan. Bukan hanya sebatas fasilitas pelayanan berbasis teknologi informasi.

” Kita coba liat diluaran sana, tempat kumuh masih banyak, kekurangan dan kesenjangan masih terjadi. Ayolah pemerintah jangan hanya ngomong tok. Ngomong ini, ngomong itu, padahal tong kosong,” jelasnya.

Menurut survei yang dirilis The IMD World Competitiveness Center’s Smart City Observatory, Surabaya tidak tercatat sebagai kota dalam kategori Smart City. Di Indonesia hanya ada tiga kota dalam kategori itu, yakni Jakarta, Makasar dan Medan.

Facebook Comments