Sarat Muatan Politis, DEMA UINSA Menolak Hasil Audiensi Korpus DEMA PTKIN

Foto: Momen Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (DEMA UINSA) Munawwir saat melakukan aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law beberapa waktu lalu.

Audiensi Koordinator Pusat Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (DEMA PTKIN) seluruh Indonesia bersama-sama dengan Staf Khusus (Stafsus) Presiden RI Aminuddin Ma’ruf mendapatkan penolakan.

Pasalnya, audiensi perwakilan DEMA PTKIN yang berlangsung di Gedung Wisma Negara lantai 6 pada Jum’at (06/11) lalu tersebut hanya dihadiri oleh 8 perwakilan kampus PTKIN dari seluruh Indonesia.

Ketua DEMA Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Munawwir menuturkan, audiensi yang dilakukan oleh Korpus Dema PTKIN tersebut tidak ada koordinasi apapun dengan Dema-Dema PTKIN lainnya.

Selain itu, Ia juga mengaku tidak pernah tahu mengenai agenda yang diadakan oleh Korpus Dema PTKIN se-Indonesia dan Stasus Presiden RI itu.

“Audiensi tersebut tidak di musyawarahkan dengan seluruh ketua Dema PTKIN se Indonesia. Sehingga saya bingung, sebenarnya yang dibawa itu aspirasinya siapa,” ujar Munawwir.

Munawwir juga menambahkan, melihat dari beberapa kejanggalan yang ada. Ia menduga adanya gerakan yang dilatar-belakangi kepentingan politik.

“Kalau dia mewakili kampus-kampus PTKIN seharusnya konfirmasi kepada seluruh Ketua DEMA-nya. Akan tetapi kalau seperti ini, saya bisa menganggap bahwa gerakan itu adalah gerakan politis,” tegas Munawwir.

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo, Aminuddin Ma’ruf, bertemu perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus di Istana Kepresidenan untuk membahas Undang-undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja pada Jum’at (06/11) lalu.

Setidaknya ada 9 orang dari perwakilan mahasiswa PTKIN yang membahas UU Cipta Kerja bersama dengan Aminuddin.

Mereka diantaranya adalah Koordinator Pusat DEMA PTKIN Se-Indonesia Fachrur Rozie, Presiden Mahasiswa DEMA Universitas Islam Negeri (UIN) Malang Aden Farikh, Kortim dan Presiden Mahasiswa DEMA UIN Yogyakarta Ahmad Rifaldi M., Presiden Mahasiwa DEMA UIN Semarang Rubaith, Presiden Mahasiswa DEMA UIN Banten Fauzan, Kortim dan Presiden Mahasiswa DEMA IAIN Metro Lampung Munif Jazuli, Presiden Mahasiswa DEMA UIN Makassar Ahmad Aidi Fah, Presiden Mahasiswa DEMA IAIN Jayapura Papua Mahfudz dan Presiden Mahasiswa DEMA IAIN Samarinda Fatimah.

Facebook Comments