PW Ansor Jatim Dukung Oknum Hate Speech Kiai Sampang Di Ranah Hukumkan

H. A Ghufron Sirodj. Sekretaris wilayah Ansor Jatim.

Hate speech atau ujaran kebencian yang dilakukan oknum pemilik akun Allby Madura ke salah satu Kiai pondok pesantren di Kabupaten Sampang Madura menuai respon tegas dari berbagai kalangan tak terkecuali Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur.

Sekertaris Wilayah Ansor Jatim A Ghufron Sirodj sangat menyayangkan kejadian ini, apalagi di daerah sampang Madura yang notabene terkenal atas ketakdzimannya terhadap para kiai.

Menurut pria yang akrab disapa Ra Gopong ini, tindakan serupa mamang kerap terjadi dikalangan masyarakat, akibatnya dinamika media sosial semakin tidak terkontrol perkembangannya. Perlu ada edukasi masif terhadap masyarakat awam dalam penggunaan media sosial.

“Mangkanya kami menyayangkan bahwa perkembangan atau dinamika medsos di daerah itu semakin tidak terkontrol, makanya perlu semacam edukasi terhadap masyarakat, kasus seperti itu PW menyayangkan jangan sampai terjadi, apalagi kepada kiai kepada masyarakat apalagi kiai NU tentu tidak perlu terjadi,” Kata Ghufron saat dikonfirmasi editorial.id, Senin (5/10/2020).

Terkait Banser yang ikut serta melakukan demotrasi akibat hate speech dari pemilik akun Allby Madura. Ra gopong menganggap hal itu sangat wajar terjadi, mengingat Banser adalah garda terdepan benteng para ulama khususnya kiai Nahdlatul Ulama. Banser akan dengan sigap membela terkait hal-hal yang terjadi pada tokoh kiai atau ulama.

“Hak menyampaikan pendapat dilindungi undang-undang saya kira wajar Banser yang notabenenya sebagai benteng ulama atau kiai itu tidak terima, Banser terlibat ya wajar, Ya tugas Banser ya disitu. Banser itu mau mengawal NKRI dan kiai,” ungkapnya.

Sebab itu, demi menghindari konflik horizontal dikalangan masyarakat, pria asal Sampang Madura ini sangat mendukung jika kasus ini di bawa keranah hukum, selain menjadi pembelajaran bagi pelaku, juga menjadi edukasi penting bagi masyarakat banyak, agar lebih bijak menggunakan media sosial.

“kami mensuport karena kita negara hukum, negara hukum itu semuanya diserahkan kepada hukum atau perundang-undangan yang berlaku, tidak boleh ada tindakan anarkisme dari masyarakat itu tidak boleh. Itu harus melalui prosedur hukum dan itu memang yang digariskan dalam Gerakan Pemuda Ansor,” tambah Ra Gopong.

Meski begitu, sekali lagi ia menghimbau terhadap masyarakat agar berhati-hati dalam bermedia sosial khususnya Facebook dan Intagram. Karena mengandung interpretasi yang multi tafsir.

Facebook Comments