Prihatin Peredaran Narkoba Mulai Menyasar Anak di Bawah Umur, DPRD Jatim Sinergikan Stakeholder

Reses Tahap II Anggota DPRD Jatim Muzammil Syafi'i asal Fraksi Partai NasDem di Hotel Sinar Harapan, Probolinggo, Rabu (16/09) lalu.

Peredaran obat-obatan terlarang di Kota Probolinggo yang masih tinggi mendapatkan sorotan salah satu Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Muzammil Syafi’i. Bahkan, saat ini telah mulai menyasar anak-anak kecil di bawah umur.


Hal itu diungkapkan Muzammil saat melakukan sosialisasi penanggulangan Narkoba bersama dengan insan pers, aktivis, tokoh partai, dan tokoh masyarakat dalam rangka serap aspirasi (Reses) masa sidang II tahun 2020 di Hotel Sinar Harapan, Probolinggo, Rabu (16/09) lalu.


Dalam diskusi tersebut, seluruh peserta yang hadir pun menyatakan keprihatinannya atas perkembangan Narkoba di Kota Probolinggo. Pasalnya, oknum yang tertangkap hingga sampai saat ini hanyalah oknum ‘ecek-ecek’.


“Sementara agen dan bandarnya selalu meloloskan diri,” ujar Mahfud, salah satu perwakilan dari awak media.


Sementara itu dalam rangka Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), para awak media pun menyarankan perlu adanya sinergitas antar pemangku kepentingan.


“Harus ada pembicaraan antara DPRD, Forkompinda, dan Insan Pers dalam membahas P4GN, karena kita tidak pernah diajak berembug dalam persoalan tersebut. Padahal pers ini punya peran yang signifikan dalam sosialisasi dan penyebaran informasi,” usul Rahmat.


Mendapat keluhan demikian, Muzammil memastikan setiap permasalahan yang terjadi di lingkungan masyarakat kota Probolinggo akan dibawa olehnya ke dalam sidang Paripurna.


“Karena setiap masalah pasti ada jalan keluar yang tentunya untuk menyejahterakan masyarakat. Nanti akan kami bahas melalui fraksi sebagai laporan untuk dapat dijadikan bahan pertimbangan pada rencana pembangunan dalam RAPBD nanti,” ujarnya.


Selain itu, Muzammil juga mensosialisasikan Pergub nomor 33 tahun 2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.


Ia menyinggung keseriusan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menanggulangi pandemi Covid-19 yang belum berakhir. 


“Bahkan, Gubernur Khofifah sudah mengundang seluruh Bupati dan Walikota Jawa Timur di Batu, terkait dengan peningkatan jumlah terkonfirmasi Covid-19, sehingga banyak kabupaten/kota banyak yang masuk zona merah akibat kurang adanya mematuhi protokol kesehatan,” tutur Muzammil.


Melalui forum tersebut, Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Jatim itu berharap agar media juga dapat berpartisipasi memberikan edukasi kepada masyarakat.


“Agar patuh pada protokol kesehatan,” pungkasnya.

Facebook Comments