Perkara Jual Beli Tanah Mendiang Henry J Gunawan Masuki Tahap Pembuktian

Sidang gugatan yang diajukan PT Semeru Cemerlang terhadap Heng Hok Soei sering di sapa Asui dan Notaris Caroline Costantina Kalampung di Pengadilan Negeri Surabaya, memasuki tahap pembuktian. Penggugat menghadirkan Ahli Hukum Perdata dari Universitas Surabaya, Prof Dr Lanny Kusumawati.

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Jan Manoppo, Kuasa Penggugat menanyakan kepada Ahli terkait alasan pembatalan sebuah akta.

Saksi ahli menyatakan beberapa syarat dibatalkannya akta otentik. “Dapat dibatalkannya sebuah akta otentik harus terlebih dahulu dibuktikan adanya sebuah kecacatan, baik itu dwang, bedrog, dwaling”, Ungkap Lanny, Rabu (14/10/2020).

Saat Giliran Tim Kuasa Hukum Tergugat, Tonic tangkau menyatakan kepada ahli, “Apakah notaris berwenang membuat Akta PPJB dan lantas apakah konsekuensi hukum dari akta otentik?”

Lanny menjelaskan, Notaris berwenang membuat PPJB dan tentunya jika suatu akta otentik otomatis kekuatan pembuktiannya sempurna, yaitu tidak perlu didukung bukti lainnya.

Tonic kemudian menambahkan, “jika suatu PPJB tanah sudah di bayar lunas, kemudian ditindaklanjuti dengan akta Kuasa untuk balik nama, bahkan akta pengosongan apakah demikian sebenarnya sudah terjadi peralihan hak?”

Ahli Penggugat membenarkan, “kalau PPJB sudah lunas ya sudah beralih itu haknya ke pembeli”.

Untuk diketahui, Henry Jocosity Gunawan (alm) tersangkut dalam beberapa perkara dan divonis bersalah dalam perkara penipuan dan penggelapan terhadap pedagang pasar turi, proyek pasar turi, penjualan sertipikat tanah di Malang, dan menempatkan keterangan palsu dalam Akta bersama isterinya.  

Henry Jocosity Gunawan yang mewakili PT Semeru Cemerlang telah menjual tanah kepada Heng Hok Soei, kemudian dibuat dan ditandatanganilah Akta No. 21, 22, dan 23 tanggal 21 Mei 2010 tentang Perjanjian Pengikatan Jual Beli, tentang Kuasa Menjual, bahkan Akta Pengosongan di Notaris Caroline.

Dalam Akta tersebut Henry telah menyatakan dengan tegas baik tentang obyek, pembayaran telah terselesaikan. Namun saat ini Pihaknya berdalih jual-beli itu hanya hutang-piutang sehingga mengajukan gugatan untuk membatalkan Jual-beli yang dibuat dihadapan Notaris itu.

Pihak Henry (alm) sempat melaporkan Pihak Asui ke Bareskrim Polri, atas tuduhan bahwa jual-beli tanah ini sebenarnya adalah hutang piutang, namun setelah Kepolisian menetili laporan tersebut, tuduhan Pelapor tidak dapat dibuktikan dan dihentikan oleh Kepolisian pada tahun 2017.

Facebook Comments