Pengurus PWNU Jawa Timur Dukung langkah Hukum Hate Speech Di Sampang

Foto istimewa

Kasus ujaran kebencian atau hate speec yang dilakukan pemilik akun Allby Madura mendapat respons keras dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

Wakil Sekertaris PWNU Jatim, Hasan Ubaidillah sangat menyayangkan kejadian ini. Menurutnya, ini merupakan suatu kesembronoan penggunaan media sosial serta dangkalnya pengetahuan terhadap sejarah yang terjadi.

“Ujaran kebencian semacam hate speech itu diucapkan memang karena di dasarkan ketidak pahaman dan ketidak tahuan akan sejarah, sehingga ini penting untuk diluruskan ketidak pahaman akan sejarah itu, akan membuat mereka menghakimi tidak berdasarkan fakta, tidak berdasarkan apa yang sebenarnya terjadi,” kata Hasan saat dikonfirmasi, Minggu (4/10/2020)

Ubaidillah yang sekarang juga menjabat direktur lembaga hukum UIN Sunan Ampel ini menambahkan, kasus ini harus disikapi secara porposional oleh aparat negara untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

Kasus demikian, menurutnya sangat potensial menjadi konflik horizontal dikalangan masyarakat. “Apalagi ini menyangkut simbol masyarakat atau kiai di daerah tersebut,” tambah Hasan.

Pria yang akrab disapa Cak Ubed ini, mengungkapkan sangat mendukung jika ada langkah-langkah hukum yang akan ditempuh. Ini demi memberikan contoh kepada masyarakat lain agar selalu bijak menggunakan media sosial, apalagi berkaitan dengan kelembagaan.

“Mendukung sekali, ini menjadi pembelajaran bagi masyarkat agar tidak liar dan tidak memicu konflik horizontal. Inikan pemicu, peletup yang sangat potensial akan terjadinya konflik horizontal kalau tidak disikapi secara serius,” ungkapnya.

Meski begitu, ia menghimbau kepada seluruh kader NU di daerah agar bisa menjaga sikap dengan menggunakan kepala dingin.

“langkah yang harus dilakukan pertama menghimbau kepada kader NU untuk menahan diri dan sekaligus melaksanakan tabayun. Bisa dilakukan oleh Banser atau pemuda Ansor bisa dilakukan oleh yang lain dari jajaran fungsionaris NU di daerah tersebut karena sudah menyangkut kelembagaan,” harapnya.

Diketahui sebelumnya, pemilik akun yang sama juga telah melakukan ujaran kebencian pada 2018 silam, kasus inipun diselesaikan secara kekeluargaan dengan syarat tidak melakukan hal yang sama diatas surat perjanjian di atas materai tertera tanggal 9 juli 2018.

Facebook Comments