Pengacara dan Alumni Komitmen Kawal Kasus Hate Speech Ulama Sampai Tuntas

Mulyadi, SH Kuasa Hukum Pondok Pesantren Miftahul Ulum Karangdurin Sampang.

Aksi demonstrasi besar-besaran terjadi di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Sampang Madura, Senin 6/10. Aksi demontrasi ini buntut dari hate speech atau ujaran kebencian yang dilakukan pemilik akun Allby Madura ke Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Karangdurin Sampang Madura, yang dikaitkan sebagai antek Partai Komunis Indonesia (PKI).

Aksi ribuan massa yang mengatasnamakan Himpunan Alumni Karangdurin (HIMAKA) datang berbekalkan surat pelaporan atas nama Muhammad Sya’roni pemilik akun Facebook Allby Madura yang nantinya diserahkan kepada Polres Sampang.

Kuasa hukum dari Ponpes Miftahul Ulum, Mulyadi, SH mengatakan, laporan atas nama pemilik akun Facebook Allby Madura telah diserahkan dan diterima Kasat Reskrim Polres Sampang. Poin pelaporan ini, diduga pemilik akun Facebook Allby Madura telah melanggar Pasal 2 dan 28 ayat 2 junto 45A Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Dalam upaya hukum sudah membuat laporan LP, alhamdulillah kasat reskrim langsung beserta jajaran Polres Sampang langsung bertindak mengamankan pihak terlapor, dan infonya hari ini sudah dalam perjalanan ke polres,” kata Mulyadi

Selain itu, ia bersyukur respon positif atas pelaporan tersebut juga diberikan jajaran pimpinan Polres Sampang. Bahkan tak lama kemudian, diketahuinya pihak Polres Sampang melakukan tindakan dengan menangkap dan mengamankan terduga pelaku hate speech ini.

“Selaku kuasa hukum kami menyampaikan terimakasih atas atensi dan responsifnya jajaran Polres Sampang dari mulai kapolres wakapolres dan kasat reskrim yang telah menerima dan menindak lanjuti laporan ini,” lanjut Mulyadi.

Selanjutnya, ia menghimbau kepada seluruh alumni dan simpatisan Ponpes Karangdurin ini, agar selalu menggukan kepala dingin, dengan terus berkomitmen mengawal jalannya proses hukum yang dilakukan pihak berwajib.

“Saya selaku kuasa hukum, akan terus mengawal proses ini sampai tuntas, bersama para alumni para pengurus dan simpatisan lainnya, harus tetap solid bergerak mengawal proses hukum,” ungkapnya.

Diketahui lebih lanjut, Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz berjanji akan menindaklanjuti laporan dugaan pelecehan ulama yang dilaporkan Himaka.

Pihaknya akan segera memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangan dan mengumpulkan data-data atau bukti pendukung. Terutama dokumen konten dugaan pelecehan ulama Sampang yang viral di media sosial facebook.

Facebook Comments