Kekeringan Meluas, DPRD Jatim Desak Pemprov Perbanyak Dropping Air ke Pacitan
Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pacitan kembali menjadi sorotan. Memasuki puncak musim kemarau, warga di kawasan pelosok mulai kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur dari Fraksi Demokrat, Indra Widya Agustina, mendesak Pemprov Jatim segera memperkuat intervensi dengan memperbanyak bantuan distribusi air bersih atau dropping air ke wilayah terdampak.
Menurut Indra, kekeringan di Pacitan bukan persoalan baru. Kondisi geografis daerah yang didominasi perbukitan membuat sejumlah kawasan, terutama di pelosok, rentan mengalami krisis air setiap musim kemarau.
"Kekeringan di Pacitan ini sudah menjadi permasalahan tahunan. Setiap tahun pasti terjadi karena memang geografis Pacitan berupa perbukitan," kata Indra, Selasa (11/8/2026).
Ia menjelaskan, dampak kekeringan paling dirasakan masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kota. Sementara kebutuhan air di wilayah perkotaan relatif masih dapat terpenuhi.
"Khususnya krisis air ini sangat dirasakan di daerah pelosok, sedangkan untuk wilayah kotanya sejauh ini kebutuhan air masih tercukupi," ujarnya.
Indra mengakui Pemkab Pacitan telah melakukan sejumlah langkah untuk mengatasi persoalan tersebut. Salah satunya dengan mendistribusikan air bersih menggunakan truk tangki ke desa-desa yang mengalami kekeringan.
Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan pengeboran untuk mencari sumber air baru sekaligus menambah titik pasokan bagi masyarakat.
"Kami bersama-sama dengan Pemda setempat sudah memberikan distribusi air bersih ke daerah rawan kekeringan. Pemerintah daerah juga sudah melakukan pengeboran untuk menambah titik-titik sumber air di daerah tertentu," jelasnya.
Namun, upaya tersebut dinilai belum mampu menjangkau seluruh wilayah terdampak. Terlebih, sejumlah daerah membutuhkan pasokan air secara rutin karena belum memiliki sumber air alternatif yang memadai.
"Langkah-langkah tersebut tentu masih belum bisa meng-cover seluruh wilayah terdampak," tegas Indra.
Kondisi itu, lanjutnya, membuat dukungan Pemprov Jatim menjadi penting. Pemerintah provinsi dinilai memiliki kapasitas untuk memperluas jangkauan bantuan, terutama melalui penambahan armada dan volume distribusi air bersih.
Menurut Indra, beberapa kawasan tidak bisa hanya mengandalkan sumur bor. Pasokan air melalui truk tangki tetap diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau berlangsung.
"Sebetulnya saya sudah menyuarakan hal ini agar bantuan dari Pemprov bisa segera turun. Bantuan dari Pemprov Jatim harus diperbanyak, khususnya untuk memperluas cakupan bantuan dan dropping air bersih," pungkasnya.
Indra berharap Pemprov Jatim segera meningkatkan koordinasi dengan Pemkab Pacitan agar penanganan kekeringan tidak berjalan parsial.
Ia menilai, pemenuhan kebutuhan air bersih harus menjadi prioritas karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Jangan sampai warga di daerah pelosok harus menunggu terlalu lama hanya untuk mendapatkan air layak konsumsi.
Kehadiran Pemprov Jatim, kata Indra, diharapkan dapat mempercepat penanganan krisis air sekaligus memastikan masyarakat terdampak kekeringan tetap mendapatkan pasokan air bersih selama musim kemarau.
Editor : Redaksi