Meninggal Terpapar Corona, IDI Surabaya : Perjuangan Dokter Yang Ikhlas

Seorang dokter yang sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Penyakit Dalam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya dr Miftah Fawzy Sarengat, Rabu dinyatakan meninggal dunia karena terpapar COVID-19.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya dr Brahmana Askandar saat upacara penghormatan dan prosesi pelepasan jenazah di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, mengatakan dr Miftah merupakan dokter ketiga di Surabaya yang gugur sebagai penjuang medis dalam melawan COVID-19.

Lanjutnya, risiko menjadi dokter memang sangat tinggi di masa pandemik COVID-19 ini. Oleh karenanya FK dan Unair memberikan penghormatan yang sebesar besarnya atas perjuangan dr Miftah, dan menjadikannya sebagai representasi perjuangan ikhlas dokter mengobati pasien COVID-19.

“Meskipun di tengah belajar, dr Miftah tidak gentar jika harus melakukan tugasnya mengobati pasien COVID-19. Oleh karenanya dr Miftah menjadi representasi perjuangan dokter yang ikhlas dan berdedikasi dalam penanggulangan COVID-19 ini,” ujar dr Brahmana.

“Dr Miftah merupakan dokter yang ketiga yang gugur di Surabaya. Kami harap mudah-mudahan ini menjadi yang terakhir. Perjuangan beliau harus kami lanjutkan karena perjuangan belum selesai, mudah mudahan COVID-19 segera berakhir”.

Dr Bhramana tidak menjelaskan secara rinci kronologi terpaparnya dr Miftah karena sampai sekarang penyebab pastinya belum diketahui dan masih dilakukan pelacakan.

Meski demikian, IDI Surabaya terus melakukan imbauan dan mengevaluasi ulang bagaimana pencegahan penularan di kalangan dokter dan tenaga medis.

“Kami terus melakukan evaluasi dan memperbarui alat pelindung diri (APD), prosedur-prosedur kami perbaiki dan diperketat, agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” ujarnya.

Sementara Dekan FK Unair Prof Soetojo yang menjadi pemimpin prosesi pelepasan jenazah menuturkan bahwa sosok dr Miftah merupakan dokter pembelajar dan pekerja keras.

“Kami merasa kehilangan sekali, karena dokter Miftah merupakan dokter yang rajin, pekerja keras, calon dokter terbaik kami. Karena saat ini almarhum masih menempuh pendidikan spesialis,” ujarnya.

Prof Soetojo menambahkan, dr Miftah merupakan sosok yang pantang menyerah terutama dalam mengobati pasien COVID-19.

“Memang beliaunya tidak menyerah dalam mengobati pasien COVID-19, tapi Tuhan berkehendak lain. Jadi semoga almarhum diterima di sisiNya dan diampuni semua dosanya,” tuturnya.

Facebook Comments