Ketua GM Jaman Tegaskan Pemkot Harus Kooperatif

Zainuddin, Ketua GM Jaman

Ketua GM Jaman, Zainuddin kecam Kasus pencopotan Alat Peraga Kampanye (APK) pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya nomor urut 2 Machfud Arifin – Mujiaman Sukirno.

“Saya sebagai Warga Surabaya sangat menyayangkan kejadian ini, ini memang diluar kontrol kepemerintahan. Tapi pemerintah khususnya pemkot Surabaya mempunyai peran penting pada proses pemilihan ini. Artinya butuh campur tangan Pemkot Surabaya demi keamanan dan kenyamanan secara akomodatif kepada kedua pihak calon,” Kata Zainuddin, Selasa (6/10/2020).

Mantan Ketua Umum Pengurus Kordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur ini juga, meminta Pemkot Surabaya agar senantiasa berlaku adil kepada setiap Calon Walikota Surabaya khususnya pada penertiban APK.

“Jika ada APK paslon berada di tempat yang tidak diperbolehkan, ayolah pemerintah bersikap adil dan tegas tanpa pandang bulu, inikan menjadi trust atau kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah kota sendiri toh. Jangan sampai itu rusak cuma gara-gara pandang bulu tertibkan APK,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan, seharusnya Pemkot Surabaya kooperatif dan profesional dalam sistem perihal proses pilwali ini. ” Maka buktikan keprofesionalan itu,” ujar pria yang akrab disapa Gus Jay ini.

Sebelumnya, APK berupa banner Machfud-Arifin-Mujiaman yang terpasang di sepanjang Jalan Wijaya Kusuma pada Minggu (4/10/2020) dinihari. Namun sekitar 7 jam kemudian banner paslon nomor urut 2 tersebut dicopoti oleh Satpol PP.

Sedangkan APK berupa baliho paslon nomor 1 Eri Cahyadi-Armudji yang menyertakan gambar Wali Kota Tri Rismaharini (Risma) di dekat Jembatan Jalan Yos Sudarso, “Tak tersentuh penertiban Satpol PP atau petugas yang bersangkutan, Maka ini sangat tidak Adil”, Pungkasnya.

Facebook Comments