Kejati Jatim Pantau Penggunaan Dana Desa di Lamongan

Penggunaan dana desa (DD) di sejumlah desa Kabupaten Lamongan diduga tidak semua digunakan sesuai peruntukannya. Hal ini sesuai laporan yang masuk Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.

Kabupaten Lamongan mendapat alokasi desa yang totalnya Rp 371,7 M untuk 462 desa. Ada sekitar Rp 16,5 miliar, yang sedang dalam penyelidikan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.

Kasi Penkum Kejati Jatim Anggara Suryanagara, mengaku saat ini pihaknya sedang menyelidiki dugaan tidak beresnya DD di Kabupaten Lamongan itu.

Namun pihaknya enggan menjelaskan lebih panjang. “Mohon maaf terkait dengan proses penyelidikan kami tidak bisa berkomentar karena sifatnya tertutup,” ujar Anggara, Senin (3/8/2020).

Menurut informasi, kasus ini bahkan juga menjadi perhatian khusus salah satu lembaga negara terpenting.

Dugaan peruntukan penggunaan DD 2019 di Kabupaten Lamongan tidak sesuai dengan regulasi peraturan perundang-undangan. Hal tersebut berdasarkan hasil puldata dan pulbaket.

Ada alokasi anggaran DD yang mengalir ke pajabat di atasnya. Sedangkan modus penyimpangan ini yakni DD sebesar 1,5 persen per termin, atau 4,5 persen setiap tahunnya atas nama Asosiasi Kepala Desa (AKD).

Terdapat 240 desa di Lamongan yang saat ini dalam pantauan khusus lembaga negara ini.

Facebook Comments