Kader PDIP Surabaya Dukung DPP PDIP Tegakkan Kode Etik

Upaya DPP PDI Perjuangan untuk menegakkan surat disiplin Partai usai Pilkada terutama di Surabaya memperoleh dukungan dari pengurus, salah satunya adalah Wakil ketua bidang I (Organisasi) Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan kecamatan Bulak, Agustinus Budi Santoso.

Agustinus mengungkapkan sangat setuju apabila ada penegakan kode etik dan disiplin oleh DPP PDI Perjuangan, khususnya di wilayah kecamatan Bulak.

Agustinus sapaan akrabnya menyebut, di Pilkada kemarin banyak statment dari beberapa kader yang kurang pas baginya sebagai pengurus partai PDI-P.katanya

“Salah satunya adalah muncul istilah Banteng Ketaton. Termasuk juga statment-statment dari beberapa tokoh yang melawan kebijakan partai,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, hal ini secara otomatis memberatkan gerak langkah pengurus internal PDI-P Surabaya. Seharusnya sebagai kader, apapun keputusan dari pimpinan harus melaksanakannya dengan maksimal.

“Meskipun tidak cocok atau tidak sesuai dengan hati kita, kalau sudah diputuskan kita harus satu langkah bersama partai. Seperti yang pernah disampaikan Bu Mega (Megawati Soekarno Putri Ketua umum DPP PDI Perjuangan) bahwa kita dalam satu tarikan nafas untuk melakukan semua keputusan partai,” terang Agustinus.

Perlawanan-perlawanan seperti itu menurut Agustinus memecah belah kesolidan kader dibawah dan termasuk pelecehan marwah partai, sehingga perjuangan menambah berata perjuangan para kader di Pilkada kemarin.

Ia mencontohkan di daerahnya sendiri, yakni Kecamatan Bulak. Di Kecamatan Bulak sendiri, menurut Agustinus ada faktor ‘like and dislike’ dalam kepengurusannya sehingga tidak ada kebersamaan dalam gerakan. ” Yang disukai oleh sdr. Riswanto (Ketua PAC Bulak) dirangkul, tapi sebagian yang tidak disukai tidak dilibatkan. Contohnya saya sendiri sebagai wakil ketua bidang I,” jelasnya.

Maka dari itu, di Pilkada kemarin Ia bersama kader Bulak yang lain mengambil sikap untuk bergerak melalui relawan, mendukung dan memenangkan Calon yang diusung PDI-P di Pilkada Surabaya.

” Kami bergerak dalam kelompok besar bersama para Nelayan dan warga Bulak,” lanjut Agustinus yang juga merupakan pengurus Pemuda Katholik Surabaya ini.

Diakhir, Agustinus berharap kedepan seluruh kader PDI-P Surabaya dapat menyatukan gerakannya sehingga ada satu tarikan nafas untuk tunduk dan mengawal semua keputusan dari pusat. ” Karena kita ketahui kader PDI-P Surabaya adalah kader yang militan dan betul-betul memperjuangkan kepentingan rakyat,” tandasnya.

Facebook Comments