Japri Jatim Laporkan Proyek Pembangunan DPRD Surabaya ke Kejati

Zainuddin

Jaringan Pemantau dan Riset Indonesia (JAPRI) Wilayah Jawa Timur melaporkan indikasi bagi-bagi duit diantara para dewan terkait Pembangunan Gedung Baru DPRD Kota Surabaya kepada Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejati) Jawa Timur.

Surat laporan inipun diterima oleh Pihak Penerangan Eka Sari atas rekomendasi dari Humas Kejati Jatim.

Ketua Koordinator Wilayah (Koorwil) JAPRI Jawa Timur Zainuddin menuturkan, pihaknya mencurigai ada suatu yang menjanggal terkait pembangunan gedung yang berada di Jalan Yos Sudarso ini. Sebabnya Zainuddin menungkapkan sampai saat ini tidak ada transparansi keperuntukan anggarannya.

Menurut aktivis berdarah Madura ini, pengawalan terkait proyek yang di resmikan sejak 2019 ini harus betul-betul di awasi, sikap demikian sangat perlu demi menjaga dana masyarakat dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

“Pembangunan kantor DPRD Surabaya yang baru itu tidak ada bentuk transparansi dalam pengelolaan anggarannya, bahkan laporan pertanggung-jawaban pun masih belum bisa diterima informasinya secara merata,” Jelas Zainuddin di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Jatim, Rabu (4/11/2020).

Selanjutnya, Jay sapaan akrab Zainuddin akan terus mengumpulkan bukti-bukti tambahan terkait indikasi korupsi atas pembangunan yang diperkirakan menelan dana 54 milyar yang di ambil dari APBD Surabaya ini.

“Jika tidak ada tindakan apapun dari pihak Kejaksaan dalam kurun waktu satu minggu, kami akan gelar Aksi besar-besaran,” tegas Jay.

Di sisi lain, pihak penerangan Kejati Jatim menyambut positif dan akan meninjak lanjuti kasus ini. Ia meminta Japri Jatim agar segera melampirkan jika ada bukti-bukti baru.

“Ini nanti akan kami coba tindak lanjuti, tentunya dengan tetap bekerjasama bersama JAPRI bilamana nanti ada informasi ataupun bukti tambahan, tolong nanti dilampirkan,” tutur Pihak Penerangan, Eka Sari.

Sebelumnya, persoalan Pembangunan Gedung Baru DPRD Kota Surabaya mencuat sejak 2019 lalu. Molornya serah terima dan penempatan Gedung Baru tersebut mengindikasikan adanya bagi-bagi duit ke beberapa oknum anggota Dewan pada saat itu dari pihak pemenang tender.

Facebook Comments