Izin Turun, Rumah Sakit Darurat Siap Terima Pasien

Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan izin pemakaian tiga RS darurat berbasis tenda di Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen dan Humaniora Kesehatan Surabaya di Jalan Indrapura, Surabaya.

“RS Darurat yang sudah diplanning alhamdulillah yang punya Puslitbangkes, Menteri Kesehatan, sudah mmemberikan izin. Persiapan sudah jalan, ijin sudah ada, ijin operasional kalau lancar, Minggu apa Senin sudah bisa menerima pasien,” kata Koordinator Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, Dr. Joni Wahyuhadi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (15/5/2020) malam.

Karena izin telah keluar, maka tim yang melakukan pengerjaan pembangunan RS bisa bergerak lebih cepat.

Lebih lanjut, Direktur Rumah Sakit Umum dr. Soetomo itu menyampaikan lebih tenang lagi karena izin yang diberikan bagi Jatim cukup panjang.

“Menteri Kesehatan sudah memberi izin satu tahun karena grafik naik maka izin naik satu tahun pinjam pakai,” ungkapnya.

Walau izinnya panjang, namun Joni berharap seperti perkiraan angka penyebaran sudah bisa turun di akhir Mei atau bulan Juni nanti.

RS darurat berbasis tenda ini direncanakan dapat menampung sekira 70-75 pasien dan dapat digunakan oleh pasien dari daerah manapun di Jawa Timur.

Selain RS darurat berbasis tenda, adapula RS yang menggunakan bangunan bekas dari RS Kelamin di area Puslitbangkes tersebut. Sementara yang tengah dipersiapkan dapat menampung 200 pasien, namun tak menutup kemungkinan apabila terjadi kenaikan RS daruray bisa menampung sampai 500 pasien.

Seperti diketahui sebelumnya, RS darurat ini disiapkan untuk merawat pasien positif covid dengan gejala yang ringan sampai sedang. Hal ini dikakukan untuk menguragi kelebihan pasien yang ada di RS rujukan.

Facebook Comments